Bertemu Pemudik Pejalan Kaki; Belajar Memahami dan Husnudzon

Oleh: Ade Hartono

Kemarin mendapat bagian jaga di Posko Mudik PKS Kota Bekasi, kebagian shift 3 dari jam 22.00-06.00 merespon titah ketua DPC PKS Jatiasih.

Malam ke 25 Ramadhan usai mengisi ceramah Ramadhan Masjid Al Muhajirin Jatikramat Jatiasih, susuri jalan seiring dengan mulainya denyut arus mudik.

DPC PKS Jatiasih bersama DPC PKS Bantargebang yang mendapatkan tugas jaga malam itu. Baru 37 menit kami memulai tugas, seorang lelaki berbicara dari luar posko.

“Pak minta tolong,” ujarnya lirih. Dengan semangat melayani, saya hampiri dan persilahkan duduk.

Tak menunggu lama, saya gali apa yang menjadi masalahnya. Buku kunjungan saya sodorkan untuk mendapat bukti fisik. Baru saja menuliskan nama dan umur, sang tamu langsung berhenti menulis, “saya gemetar pak, bapak saja yang nulisnya,” pintanya.

Sebotol minuman teh, oleh-oleh usai buka puasa bersama ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufrie bersama pemulung di Bantargebang segera saya sodorkan untuk membasahi kerongkongan sang tamu. Tangannya nampak gemetar manakala meminumnya.

Obrolan pun dibuka kembali melanjutkan yang tertunda.

Tuturnya lirih, “Saya mau pulang ke Jambi tadi jalan kaki, dah gak kuat dari Jababeka Cikarang.”

“Terus sekarang mau kemana?” pancingku.
“Mau ke terminal Bantar Gebang,” jawabnya singkat sambil menunjuk ke arah Barat.

Langsung saja saya pastikan, “Bapak tahu dimana arah Bantar Gebang?” karena arah yang ditunjuknya salah. Ikhwah lain yang jaga mencoba meluruskan, “mungkin Pulo Gebang maksudnya Tadz!” sesaat dia menyadari kekeliruannya.

Tertulis di buku kunjungan, namanya Irma Yanto kelahiran tahun 1976, melihat tangannya masih gemetar, 7 (Allah suka ganjil) sachet kurma ta’jil di sodorkan untuknya. “Saya ada masalah sama keluarga (istri ) Pak,” tambahnya.

Sejurus kemudian, solusi yang kami ambil adalah dengan cara memesan ojek online dengan tujuan terminal Pulogebang Jakarta Timur. Iapun mengangguk setuju.

Pak Sugeng, kawan jaga dengan cekatan memesan ojek online, seraya menyebutkan ongkos yang harus dibayarnya.

Tak berselang lama ojekpun tiba. “Kang tolong anter ke Terminal Pulogebang, ini uangnya, dan kembalinya serahkan ke pak Irma Yanto ini yah,” pinta saya yang diikuti anggukan sang pengemudi.

“Pak Terima kasih sudah mau membantu kami,” pamit Pak Irma sambil salam.

Bismillah mencoba memahami dan husnudzon…

Posko Mudik PKS Kota Bekasi, Malam 25 Ramadhan 1438 Hijriyah

Be the first to comment on "Bertemu Pemudik Pejalan Kaki; Belajar Memahami dan Husnudzon"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*