Ngantuk Berat, Pemudik Motor Ini Pilih Tidur di Posko PKS

Cerita menarik dari Posko Mudik PKS kembali terlontar, Kepala Bidang Seni Budaya DPD PKS Kota Bekasi, Ade Hartono yang menjadi saksi kejadian pada malam 25 Ramadhan itu menuturkannya sebagai berikut;

Pemudik Motor

Oleh: Ade Hartono

Belum hilang rasa lega, Posko Mudik PKS bisa berkhidmat untuk rakyat. Waktu sudah berganti hari, Al Qur’an yang kubaca (ngejar target Ndan) sesaat kupindahkan pembatasnya.

Motor bebek dengan ciri khas pemudik (adanya tambahan bagasi di jok belakang), ditepikan sang pengemudi. Di belakangnya ada anak kecil, mungkin usia 2 tahunan. Ia mengenakan jilbab merah jambu, ibunya mengapit anak kecil itu.

“Pak boleh ikut istirahat,” tanyanya agak ragu.

“Oh boleh pak! silahkan ke dalam!” jawab beberapa Ikhwah yang bertugas spontan, sembari menyiapkan kasur untuk mereka.

Setengah ragu, Sang Tamu duduk di tepi kasur. “Aku gak diapa-apain kan pak!” tanya istrinya dengan logat medok.

“Mboten opo-opo pak, monggo kerso!” jawabku sebisanya.

Tanpa diminta, petugas jaga langsung menyodorkan air mineral, susu kotak dan kurma khas ta’jil serta mempersilahkannya.

“Berangkat dari mana pak?” tanyaku penasaran.
“Kami tadi dari Cilegon mau ke Pemalang,” jelasnya singkat. Langsung membuatku menelan air ludah. Ya Robb… jauh banget… pakai motor lagi, pikirku kagum.

Setelah terlihat relaks, kususul pertanyaan, “Bapak perlunya istirahat saja atau perlu tidur? (kutengok jam di tangan sudah menunjukan angka 00. 31).

“Tidur saja dulu Pak dan cukup malam lagi, baru nanti lanjutkan kalau sudah seger,” saran petugas jaga lainnya, sambil menyerahkan buku kunjungan.

“Kami tidur saja dulu pak!” keputusannya jelas sambil menuliskan identitas.

“Bapak mau bangun sendiri apa dibangunin?” aku memberikan pilihan.

“Hmmmm… Kalau ndak keberatan saya minta dibangunin saja!” katanya.

“Mau jam berapa dibangunkan ya?” lanjutku lagi.
“Jam dua mawon Pak,” mintanya.
“Siap!!!” sahutku tegas (kayak pasukan Pak Panglima TNI)

Sementara itu, Sang Istri prigel (cekatan) menyiapkan handuk yang dipegangnya jadi bantal.
“Ma’e… mau maem,” pinta Si Kecil.
“Waduh…. adanya kurma saja,” dalam hatiku kasihan.

Sang Ibu segera membuka tas dan mengeluarkan nasi dan lauknya. “Hmmmm betapa Ibu itu sudah memetakan keperluan dalam perjalanan ya,” batinku.

_*(Jempol buat para emak, yang sangat paham keperluan buat di jalan)*_

Kubuka buku kunjungan , tertulis namanya Ranto, yang gak pakai lama sudah mencuri start tidur duluan (saking capek kayaknya).

Sambil nyuapin anak, Sang Ibu bertutur, “Adek makan dulu ya… besok ketemu Mbah di kampung,” jelasnya, lalu mengambil posisi tidur setelah adik kecil merasa kenyang.

Di pojok lain, Kepanduan tengah briefing untuk pemasangan banner bertuliskan layanan apa saja yang ada di posko. Mulai dari kopi panas, hidangan ta’jil, charger, istirahat sejenak, info mudik, ambulans dan lain-lain.

_*Subhanallah khidmat mereka…*_

Padahal kulihat beberapa diantaranya masih sangat belia, dan sebagian lain diantaranya rambutnya sudah didominasi warna putih… (Malu dan salut sama mereka semangat kepanduan rrrrruuuuar biasaaaaaa !!!).

Mungkin feeling dan tanggung jawab Sang Ayah yang kuat, ternyata saat mau jam 2 persis Sang Ayah bangun duluan. Langsung berkemas menata barang lagi di motornya. Sang istri kompak segera bangun dengan sendirinya.

Sebelum tamu pamit, kami minta doa kepada Pak Ranto, agar PKS istiqomah dan memberikan berkah dalam berdakwah. Kalimat Amiin pun meluncur dari lisannya, sambil mengucapkan terima kasih banyak di tingkahi cium tangan.

Semoga selamat sampai tujuan pak! Kalau sudah capek istirahat saja jangan ngoyoo! Pesan teman teman jaga melepas perjalanan.

_*Robbana….dahsyatnya mengantar cinta anak kepada Emak….*_

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1729911427308855&id=1516930938606906&ref=page_internal