Inspirasi Latansa: Kiprah “Emak-Emak Zaman Now”

Munfaridah (68) saat Pelatihan Perempuan Siaga (LATANSA)


Oleh: Marwiyah Daulay

Saat berbicara tentang perempuan inspiratif, sosok perempuan satu ini sangat melekat di hati saya. Umurnya mungkin sudah sangat tidak bisa dikatakan muda lagi, tetapi semangatnya luar biasa mengalahkan kawula muda yang menjadi peserta. Namanya Munfaridah (68), biasa disapa Umi Munfaridah.

Tepatnya sehari setelah Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) di Kalam Kopen, Tambun, Ahad (19/11), saya berkunjung ke kediaman beliau.

Kehangatan dan ketenangan terpancar di senyumnya saat menyambut saya. Belum lagi untaian kalimat-kalimat motivasi yang beliau ucapkan saat kami mengobrol, semakin membuat saya kagum.

Di mata saya, beliau adalah sosok yang sangat inspiratif. Saat orang ramai berbicara tentang fenomena “zaman now”, maka bisa saya katakan beliau adalah sosok Ibu pejuang zaman now. Katakanlah Emak-emak Zaman Now. Inilah sosok wanita yang dari zaman ke zaman selalu menebar semangat.

Malam itu beliau mengatakan, “kita jangan pernah menyerah. Tetap semangat mengarungi jalan dakwah ini dan berkhidmat untuk umat.”

Munfaridah mengatakan, perempuan harus kuat dan tidak penakut. Walaupun punya anak, punya bayi, pekerjaan, suami itu semua harus menjadi penyemangat, bukan malah menjadi alasan mundur perlahan dari amanah menjalankan risalah Rasulullah Saw.

Ia mengaku belum pernah ikut pelatihan semacam itu (LATANSA) sebelumnya, dan Ahad (19/11) adalah keikutsertaan perdana Munfaridah. “Yang daftarin teman saya, semua persiapan sudah saya siapkan sendiri, awalnya anak saya sempat melarang, khawatir saya tidak bisa mengikuti, tapi itu saya tepis dengan keyakinan yang kuat, “saya pasti bisa karena Allah”,” katanya.

Munfaridah bersyukur bisa mengikuti kegiatan pelatihan dari awal sampai akhir tanpa mengeluh, “padahal saya ada riwayat penyakit asma tapi alhamdulillah selama di sana tidak ada masalah,” sambungnya. Bahkan sehari sesudah pelatihan saja ia mengaku tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa ada yang terlewat, kalau kata ibu-ibu yang mengenal beliau, “umi mah masih bisa ya mencuci pakaian tiga ember, padahal habis pelatihan,”.

Saya kagum. Benar-benar sangat menginspirasi buat emak-emak zaman now yang katanya malah harus meninggalkan pekerjaan rumah alias free sejenak kalau habis bepergian atau karena lelah.

Sejak kecil beliau mengaku memang sangat menyukai kegiatan seperti ini, bahkan dulu beliau aktif menjadi anggota pramuka, lintas alam bahkan selalu menjadi pasukan pengibar bendera dan latihan baris berbaris.

Ada rahasia sehat dari beliau sebagai renungan buat kita semua untuk dipraktikkan dalam kehidupan kita.

“Kita harus sering bangun malam, mandi untuk menjaga kesehatan dan senantiasa memperbanyak amalan di sepertiga malam terakhir, karena itu sangat banyak efeknya untuk jasmani kita dan otomatis ruhani pun akan tenang, karena seperti ada tambahan imun dan energi baru,” ujar perempuan asal Bantargebang yang juga sering bertugas memandikan jenazah ini.

Ia bercita-cita semoga bisa terus berkhidmat dan memberikan manfaat untuk umat.

Be the first to comment on "Inspirasi Latansa: Kiprah “Emak-Emak Zaman Now”"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*