Inspirasi Latansa 2: Dalam Keterbatasan Fisik, Sumiati tetap Semangat Ikuti Kegiatan

BEKASI.PKS.ID – Sumiati (41) menjadi peserta terinspiratif pilihan panitia dalam kegiatan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) gelombang II yang digelar Barisan Puteri Keadilan (Santika) DPD PKS Kota Bekasi pada Ahad (19/12/2017). Meskipun kakinya tidak bisa berjalan sempurna lantaran tumor jinak yang dideritanya sedari kecil, nampaknya tidak menghalangi Sumiati mengikuti semua rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB di Buperta Cibubur.

Ia mengaku sangat semangat mengikuti acara meskipun memang tidak bisa bergerak gesit layaknya para peserta lainnya, bahkan ia tidak mau merepotkan anggota kelompoknya juga. Sumiati malah mengaku sedih karena ternyata tidak bisa mengikuti semua pelatihan yang disiapkan panitia karena harus memaklumi kondisi kakinya sendiri juga karena teman-temannya khawatir.

Sumiati bercerita ia mengidap tumor jinak sejak usia 4 bulan, tapi bisa terus tumbuh dengan normal. Pernah mengalami 5 kali operasi tapi tidak bisa tuntas karena tumornya ada di sela-sela urat. Menurut dokter jalan satu-satunya harus adalah tindakan amputasi, tapi Sumiati menolak. Ia memilih bertahan dengan kakinya itu dibandingkan harus memakai kaki palsu.

“Padahal sudah banyak orangtua murid yang menawarkan bantuan untuk biaya operasi dan kaki palsu yang terbaik,” kata Sumiati yang juga berprofesi sebagai Guru TK ini.

Salah seorang panitia kegiatan, Eni menceritakan bahwa saat ditemui Sumiati mengaku sedih karena tidak bisa ikut outbond, padahal dia tahu dia bisa. “Teman-teman saya terlalu khawatir sama saya, jadi disuruh istirahat. Padahal saya tahu saya masih bisa ikut,” ungkap perempuan asal Rawa Lumbu tersebut kepada Eni yang menghampirinya di pendopo panitia.

Sumiati melanjutkan bahwa ia bersyukur karena punya anak didik yang bisa diharapkan doanya di akhirat nanti. Meskipun mengaku pernah gagal taaruf, “Mungkin karena dia sudah melihat fisik saya,” cerita Sumi sambil tersenyum dan meskipun ia belum memiliki anak dari rahimnya sendiri, ia mengaku anak-anak didiknya menjadi hiburan baginya.

Menurut penuturan Eni yang sempat berbicara lama dengan Sumi, sosok Sumiati adalah contoh perempuan yang menginspirasi. Karena semangat hidupnya tinggi seolah ia tidak memiliki keterbatasan.

“Usianya 41 tahun, sama dengan saya. Tapi jalan hidup teramat berbeda. Itu yang menampar saya kenapa masih saja kurang bersyukur pada Allah,” tutup Eni. (A)

Be the first to comment on "Inspirasi Latansa 2: Dalam Keterbatasan Fisik, Sumiati tetap Semangat Ikuti Kegiatan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*