Latansa: di Sana Hadir Banyak Cinta

Dari tempat saya berdiri, menatap wajah mereka yang ceria. Semangat tinggi walau lelah, walau badan gerah bercampur air hujan, sepatu dan pakaian kuyup dan kotor.

Sementara saya di sini. Menimang bayi, menyuapi, meninabobokan.

Ah, saya iri sekali… Saya hanya bisa jadi penonton tanpa ada di dalamnya.

Saat berbaris, bayi menangis dan lapar. Saat senam, hanya gerakan seadanya sambil menggendong bayi.

Saat akhirnya hujan deras, kami pun dibawa ke aula dan menetap di sana.

Hiruk pikuk panitia, peserta, para ibu dengan kerepotan anak-anak, anak-anak yang sudah agak besar bercanda ria, peserta yang sakit jadi pemandangan di hadapan saya.

Ingin rasanya turun ke lapangan, tapi hadir wajah polos bayi mungil yang mengantuk, kelaparan hingga ingin ditemani bermain dan belajar berdiri. Kegiatan yang biasa saya lakukan seperti saat di rumah.

Aaah…

Sia-siakah keberangkatan saya dan anak saya (11 bulan) ke Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Ahad (19/12/2017) kemarin?

Hanya bisa menatap iri dari kejauhan, merasa tak bisa tinggal diam, tapi juga memikirkan bayi yang masih rentan dengan kondisi cuaca yang cepat sekali berubah.

Menyesalkah saya?

Alhamdulillah, tidak…

Saya bersyukur berada di antara para perempuan tangguh. Saya bersyukur mendapat banyak saudara. Para ibu yang juga membawa “jundi dan jundiyahnya” Para nenek yang membantu kami menjaga si kecil ketika sedang ada keperluan.

Saya bersyukur, dalam kesempatan ini, saya dan teman-teman halaqah bisa tambah akrab dan saling support, saling bantu, saling berbagi. Menikmati kebersamaan dengan indah.

Saya pun bersyukur bertemu dengan adik-adik kelas di SMA yang masih konsisten dalam jalan ini. Bahkan saya bisa melepas kangen dengan salah satu sahabat saya yang juga seorang Santika.

Alhamdulillah, bertemu dengan para perempuan kader yang menatapnya saja, ada rasa cinta dan kebersamaan… bersenda gurau menandakan persaudaran kami dalam ikatan ruhiyah.

Alhamdulillah…
Selalu ada hikmah dari segala kejadian…

Alhamdulillah, kelak mungkin putri saya (yang kebetulan namanya Jundiya) ikut mengambil bagian dari Santika.

Novi Khansa
Peserta Latansa Kota Bekasi dari Rawa Lumbu

Be the first to comment on "Latansa: di Sana Hadir Banyak Cinta"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*