Selamat Jalan, Umi: Kenangan Bersama Bu Sumarni, Istri ‘Sang Murabbi’

Bu Sumarni, atau lebih sering disapa Ummi Fida kembali ke haribaan-Nya Sabtu pagi (5/12/2020) saat adzan Subuh berkumandang. Beliau mengembuskan napas terakhirnya di RS Islam Pondok Kopi.

Ummi Fida, istri dari ‘Sang Murabbi’ KH. Rahmat Abdullah, pendiri PKS ini adalah seorang ibu, seorang nenek juga seorang guru. Ibu dari 7 putera dan puteri adalah sosok yang baik, sabar dan humoris.

Awal melihat nama beliau sebagai guru saya di LTQ Iqro Jatimakmur, Pondok Gede, tahun 2019, saya sudah merasakan kesan yang segan. Padahal belum berjumpa dengan sosoknya.

Saya pikir saat itu, “Wah, istrinya Sang Murabbi, bagaimanakah kiranya sosoknya? Kayaknya bakal segan banget, deh, belajar sama beliau.”

Setelah kami berkumpul di rumahnya untuk berkenalan di sesi pertemuan belajar perdana– karena tidak kebagian kelas di Gedung LTQ, kami belajar di rumahnya yang memang bersebelahan dengan gedung LTQ– Umi, begitu kami menyapanya datang dengan sapaan hangat dan senyum yang manis.

Kesan segan dan tegang seketika ambyar sudah. Sepanjang perkenalan dan belajar perdana dengan beliau malah lebih banyak tertawa, karena sosok ibu ini sangat humoris. Banyak guyonannya yang membuat kami rileks selama belajar. Bahkan tidak segan berbagi makanan atau camilan.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.
Umi Fida/ Bu Sumarni (istri ust Rahmat Abdullah alm) barusan, Sabtu 5 Des 2020 jam 4.05 meninggal pas azan subuh.
Sekarang masih RS Islam Pondok Kopi,” begitu bunyi pesan berantai yang tiba sekitar pukul 05.15 di beberapa Grup WhatsApp.

Murid-murid beliau pun sontak merasa sangat kehilangan sosok ibu, sosok guru nan sabar dan lucu ini. Beberapa murid beliau sempat mengenang sosok Bu Sumarni a.k.a Ummi Fida semasa mengajar dulu.

“Ummi Fida, saya beruntung, ternyata, bisa bersentuhan dalam majelis ilmu, menjadi muridmu, Ummi. Senyum Ummi selalu terkembang walaupun kami sering lalai dalam hapalan. Dan, harum tangan Ummi saat saya menciumnya, sampai sekarang masih terbayang, Ummi.. Ummi.. Ummi,” demikian kesan Desty, salah satu murid Ummi Fida.

“Ummi Fida orangnya baik banget, sabar kalau lagi ngajar, ramah, nggak pernah marah. Semoga beliau husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima semua amal baiknya, Aamiin,” kata Tutik,

“Sabarnya, polosnya, guyonannya, akan kami kenang. Sikap Ummi menambah spirit untuk menghafal Quran,” ucap Hesti,

“Ummi baik banget, lucu, sabar. Rahimulloh ummi Ustazah Sumarni adalah sosok guru yang baik sekali, sabar banget mengajari muridnya belajar tajwid Al Quran, humoris, suka menawarkan makanan. Masya Allah Ummi Fida, semoga Allah terangkan di alam barzakh, di-muliakanNYA dan masuk dalam firdaus jannah. Aamiin yaa robbal ‘Alamiin. Semoga Alloh SWT terangkan alam barzakhnya & dimuliakan-NYA. Aamiin yaa robbal alamin,” kata Marlina.

“Ummi Fida, Guru yang sangat sangat baik, perhatian sekali dengan muridnya.
Semoga Allah tempatkan
Beliau di surga,” ucap Suken, murid yang juga tetangga beliau.

Selain itu masih banyak lagi kata-kata, kesan-kesan kenangan bersama Ummi Fida. Umi seperti sosok ibu dan nenek bagi kami, muridnya. Di dekatnya, kami merasa tenang dan nyaman.

Saya merasa dimudahkan selama belajar dengan beliau. Beliau sangat humble dan ceria. Beliau membantu kami belajar menghafal Quran dengan sabar.

Selamat Jalan, Umi, kami para muridmu mengenangmu dengan kenangan yang sangat baik. Insya Allah, Umi Husnul khatimah.

(AR- murid Ummi Fida)

Be the first to comment on "Selamat Jalan, Umi: Kenangan Bersama Bu Sumarni, Istri ‘Sang Murabbi’"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*