Ustadzah Nani Handayani Sampaikan “Napak Tilas Kiprah Para Bunda Teladan Ummat” di Kajian Daring BPKK PKS Pondok Gede

BEKASI.PKS.ID – BPKK PKS Pondok Gede kembali menggelar  kajian virtual dalam rangka memeriahkan Hari Ibu. Kamis (24/12/2020) BPKK PKS Pondok Gede menggelar kajian daring “Napak Tilas Kiprah Para Bunda Teladan Ummat” yang menghadirkan Ustadzah Nani Handayani sebagai pembicara.

Selain dihadiri ibu-ibu majelis taklim Pos WK sekecamatan Pondok Gede, kajian online ini juga dihadiri tokoh Perempuan PKS Pondok Gede, Ustadzah Latifah Abdul Shomad serta tokoh perempuan dari beberapa ormas Islam antara lain perwakilan Muslimat NU, Aisyiyah, Persistri dan PUI. Acara yang digelar melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube dan Live FB tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB.

Ustadzah Nani Handayani dalam tausiyah-nya menyampaikan bahwa kaum Ibu bukan hanya harus menjadi teladan, tetapi harus menjadi pribadi asyik aktif dan kreatif, terlebih di masa pandemi.
Ia berujar, kaum Ibu, kaum perempuan muslim sekarang ini mudah jika ingin menjadi baik, hanya tinggal menerapkan prinsip “sami’na wa atho’na” yang artinya Kami Dengar dan Kami Taat. Perempuan muslim masa kini bisa Sami’na wa atho’na dari kisah-kisah para perempuan hebat dalam Al-Quran dan Hadits.

“Jadi umat Islam itu gampang, kita tinggal sami’na wa atho’na. Perempuan-perempuan hebat itu banyak contohnya. Begitu kita dengar, kita tinggal praktik,”  kata Nani.

Ia mencontohkan beberapa nama Perempuan hebat yang dikisahkan dalam Al-Quran maupun sirah Nabawiyah atau Sirah Shahabiyah yang bisa menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini.

Pertama, Khadijah, istri Rasulullah yang bisa dicontoh kejujurannya semasa menjadi pedagang (pengusaha) dan kedermawanannya menginfakan seluruh harta untuk kepentingan Islam.

Kedua, ada Asiyah Istri Firaun yang patut ditiru keteguhan imannya menyembah Allah saat suaminya yang zalim malah ingin disembah karena mengaku sebagai Tuhan.

Ketiga, ada Maryam Binti Imran ibu dari Nabi Isa yang bisa dicontoh kesabarannya dalam keimanan dan ketaqwaan.

Selain itu ada tokoh lain seperti Nusaibah Al-Khima yang ikut berperang bersama Rasulullah, Ummu Aiman sang Pengasuh Rasulullah yang selalu haus akan ilmu, serta Siti Hajar Ibunda Nabi Ismail yang tak pernah mengeluh dan tetap berbaik sangka kepada Allah.

Para tokoh perempuan tersebut dikenang karena membawa banyak hal baik yang patut diteladani. Oleh karena itu Ustadzah Nani menyatakan para kaum ibu, kaum perempuan tinggal bersegera mempraktikkan karena contohnya sudah banyak.

“Langsung sami’na wa atho’na. Kata kuncinya bersegera dalam kebaikan. Fastabiqul Khairat. Bukan tergesa-gesa,” ujarnya.

Karena itu, kepada para Ibu ia berpesan agar di masa pandemi seperti ini, keteguhan akidah perlu ditanamkan dalam keluarga. Sehingga seburuk apapun kondisi keluarga yang terdampak, jika akidah kuat, ibadah kuat, maka kehidupan akan tetap tenang. Ia juga berharap akan semakin banyak muncul perempuan-perempuan hebat masa kini.

“Kita harus memunculkan perempuan-perempuan hebat yang kokoh, tegar dan hanya takut kepada Allah, tidak mudah mengeluh, pantang menyerah dan teguh berjuang untuk kebaikan,” ucapnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi negara saat ini, Nani juga menyarankan agar ibu-ibu mau belajar berdagang, berbisnis karena Rasulullah dan keluarganya pun adalah pengusaha pada zamannya. Bahkan para pendiri ormas-ormas Islam terbesar di tanah air pun juga berdagang di samping beraktivitas mendidik generasi.

“Mudah-mudahan ini bisa menginpirasi bagi kita semua. Nggak cukup cuma jadi ibu baik. Ibu teladan itu adalah ibu yang baik dan asyik,” pungkasnya.

Sementara itu ketua BPKK PKS Pondok Gede, Siti Maslahah berharap ibu-ibu semasa pandemi ini tetap kuat iman dan imun. Ia juga berpesan agar ibu-ibu bisa menghadirkan suasana nyaman dan aman di rumah selama pandemi agar kondisi emosional keluarga terjaga dengan baik. (A)

Be the first to comment on "Ustadzah Nani Handayani Sampaikan “Napak Tilas Kiprah Para Bunda Teladan Ummat” di Kajian Daring BPKK PKS Pondok Gede"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*