BPKK PKS Pondok Gede Gelar Pelatihan Kader Pelopor “Public Speaking “

BEKASI.PKS.ID – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Pondok Gede menggelar kegiatan Webinar Pelatihan Public Speaking pada Sabtu (26/12/2020) bagi para kader perempuan pelopor menghadirkan praktisi public  speaking Sri Endang Handayani atau biasa disapa Ustadzah Nani Handayani. Kegiatan yang digelar secara daring melalui aplikasi Zoom ini merupakan program turunan dari BPKK DPP PKS juga sekaligus memeriahkan rangkaian acara Hari Ibu ke-92 di Pondok Gede.

Ketua BPKK PKS Pondok Gede, Siti Maslahah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepeloporan dan pemberdayaan ada di pundak peremuan. Oleh karena itu Webinar ini digelar agar fungsi PKS sebagai partai dakwah terasa di tengah masyarakat yang beragam.

“Jangan sampai partai disalahkan dan dijauhkan karena sesungguhnya PKS partai yang mengajak kepada kebaikan. Misi dakwah akan terganggu karena kita tak punya ilmu untuk menyampaikan kebaikan,” kata perempuan yang akrab disapa Lala.

Ia juga berharap ibu-ibu tidak akan kehilangan ilmu begitu saja sesaat setelah pelatihan tersebut selesai.

“Jadilah kader yang mauzidatul hasanah.  Saya harap perempuan menyadari bahwa semuanya adalah kader pelopor penyemai kebaikan,” tukasnya.

Sementara itu Ustadzah Nani Handayani sebagai pembicara menyatakan bahwa Public Speaking bukan soal bakat melainkan soal skill yang terus bisa diasah dengan cara sering-sering berlatih. Oleh karena itu ia menyarankan agar ibu-ibu bisa lebih percaya diri bahwa semua bisa menjadi pembicara yang baik.

Perempuan kelahiran tahun 1961 juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita berbicara di depan umum antara lain; 1) Mengutamakan body language . 2) Menetapkan tujuan pembicaraan kita. 3) Menyusun poin pembicaraan (power point) yang aktual dan to the point sehingga waktu bisa dimanfaatkan dengan baik. 4) Menguasai materi dengan baik. 5) Bukan hanya bicara verbal tapi perhatikan aspek nonverbal seperti volume suara, pengeras suara, sound system, intonasi serta kontak mata.  6) Tampil dengan percaya diri.

Nani menegaskan, gugup saat bicara itu bukan masalah, karena ada siasat atau trik mengatasinya.

“Grogi itu nggak masalah. Ada tipsnya supaya tidak terlalu grogi misalnya dengan minum, menarik napas, memegang sesuatu serta membaca doa,” kata Nani.

Ustadzah Nani juga membagikan tips yang ia pernah alami selama penjadi pembicara di berbagai kota dan berbagai event yakni improvisasi, menyisipkan humor dan berbicara dengan artikulasi yang jelas.

 Untuk itu ia berpesan kepada para pembicara atau calon-calon public speaker agar memerhatikan 3 E antara lain nilai Edukasi dalam inti pembicaraan, mengandung Entertain atau hiburan dan Explain atau mampu menjelaskan dengan ringkas dan mudah dipahami audiens. Oleh karena itu ia berpesan agar Public Speaker juga memperhatikan audience-nya.

Terakhir, ia menantang dua orang peserta untuk lagsung praktik berbicara di depan umum. Satu ibu  berperan sebagai  Istri Walikota dan satu lagi sebagai Ibu Menteri. Tentu saja tantangan ini disambut antusias oleh para peserta mekipun masih banyak yang belum berani mencoba.

Sebagai kata-kata pamungka, Nani menegaskan bahwa menjadi public speaker tidak harus ikuti mitos harus good looking karena yang penting adalah kepercayaan diri dan telah memiliki pengetahuan seputarnya. “isyhadu bi anna muslimun,” Pungkasnya. (A)

Be the first to comment on "BPKK PKS Pondok Gede Gelar Pelatihan Kader Pelopor “Public Speaking “"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*