BPKK DPC PKS Pondok Gede Selenggarakan Webinar “HP: Antara Belajar dan Game”

DPDPKSKOTABEKASIBidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPC PKS Pondok Gede menyelenggarakan Webinar bertajuk “HP: Antara Belajar dan Game” pada Ahad (04/04) melalui aplikasi Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube.

Ketua BPKK DPC PKS Pondok Gede, Siti Maslahah menyatakan Webinar ini diselenggarakan karena masa pandemi memaksa anak-anak belajar dari rumah maka secara otomatis anak-anak dan orang tua dituntut melek teknologi informasi, dalam hal ini melek gadget. Ketika anak-anak mudah akrab dengan HP, maka menjadi PR bagi orang tua untuk mengejar ketertinggalan kemampuan mengetahui seluk beluk seputar dunia teknologi informasi. Minimal bisa mengoperasikan HP dan komputer beserta aplikasinya. Atau paling tidak, bisa menemani anak saat belajar daring.

Melalui Webinar ini, Lala, demikian ia biasa disapa berharap para orang tua, terutama para ibu menjadi terinspirasi atau mendapat pencerahan seputar pendidikan anak selama masa pandemi covid-19. Ia juga menyatakan seminar ini diselenggarakan agar gawai yang dipegang anak-anak bisa mendatangkan banyak manfaat ketimbang mudharat.

Sementara itu, Praktisi Pendidikan, Lilik Shoimah Islamiyati, selaku narasumber dalam acara Webinar tersebut menyampaikan bahwa anak-anak mudah terpapar efek negatif penggunaan gawai dalam waktu lama.

Beberapa efek tersebut antara lain; Masalah kesehatan mental anak, masalah psikologi (misalnya anak mudah marah, suka membangkang, dan mudah meniru apa yang ditonton di HP), adanya perubahan perilaku anak seperti agresif dan mudah tersinggung, depresi ditandai dengan seringnya merasa cemas, moody, merasa kesepian dan mengisolasi diri, bahkan kecanduan gawai dapat meningkatkan risiko ADHD dan autisme.

Kendati demikian ia tidak menampik adanya manfaat yang bisa didapatkan dari gadget antara lain anak bisa dengan mudah memperoleh informasi yang menunjang pelajaran serta bisa mudah berkomunikasi dengan guru dan teman-teman.

Oleh karena itu, kata Lilik, selama masa pandemi, peran orang tua sangat penting karena anak belajar dari rumah, maka pengawasan guru menjadi kurang maksimal.

Kata Lilik, orang tua sebelum memberikan gawai kepada anak, pertama harus mengaktifkan terlebih dahulu fitur “kontrol orang tua”. Kedua, jangan sepenuhnya memberi kebebasan interaksi anak dengan gawai. Ia mengatakan, lebih baik meminjamkan ketimbang memberi gawai kepada anak. Ketiga, memberikan batas waktu penggunaan gawai. Tidak lebih dari 5 jam setiap harinya. Itu pun hanya boleh di siang hari. Malam hari, mulai pukul 6-9 malam, upayakan anak-anak beristirahat dari bermain gawai.

Lilik mengingatkan kembali bahwa selain peran di atas, orang tua dalam Islam pada hakikatnya memang memiliki beberapa kewajiban terhadap anak.
Kewajiban tersebut antara lain; memberi nama yang baik, mendidik anak dengan baik, mengajarkan Al-Quran, bersikap adil terhadap anak-anaknya, memberi nafkah dan makanan yang halal, memberi anak Air Susu Ibu (ASI), tidak memarahi anak dan menikahkan dengan calon suami/istri yang baik.

Melalui acara Webinar ini ia berharap para orang tua mengaktifkan fungsi kontrolnya saat mendampingi anak. Begitu pula dengan para orang tua yang sibuk bekerja. Ia berharap tetap ada waktu untuk memperhatikan jadwal belajar daring anak-anak atau waktu anak bermain dengan gawainya. (A)

Be the first to comment on "BPKK DPC PKS Pondok Gede Selenggarakan Webinar “HP: Antara Belajar dan Game”"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*