Miris Kasus Bullying, Ii Marlina BPKK PKS: Jangan Kesampingkan Pendidikan Akhlak untuk Anak Kita

BullyingKetua BPKK DPD PKS Kota Bekasi, Hj. Ii Marlina, S.Pd.

DPDPKSKOTABEKASI – Terkait dengan banyaknya kasus viral yang melibatkan remaja di Indonesia, mulai dari kasus penganiayaan di Cilacap dan berbagai daerah lainnya, Ketua BPKK DPD PKS Kota Bekasi Ii Marlina menyampaikan rasa prihatinnya.

“Saya sangat prihatin sekali melihat kondisi kasus bullying yang akhir-akhir ini terus bermunculan, dan trendnya semakin tinggi,” ujarnya pada Rabu (04/10/2023).

“Bullying ini tidak hanya terjadi di sekolah, di lingkungan bahkan di dunia kerja pun banyak terjadi,” tambahnya.

Ii mengatakan juga bahwa kondisi tersebut sangat berdampak pada masalah kesehatan mental, “Mereka yang menjadi objek bullying akan terganggu kesehatan mentalnya. Dia akan merasa terisolasi secara sosial, tidak memiliki teman dekat atau sahabat dan tidak memilikihubungan baik dengan orang tua, bahkan ini bisa menjadi trauma panjang.”.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Bekasi ini juga menyampaikan bahwa pelaku bullying ini akan memiliki empati yang minim dalam berinteraksi sosial.

“Merupakan tanda hilangnya nilai-nilai akhlak di kalangan masyarakat kita saat ini. Maka kami berharap kepada pemberi kebijakan pendidikan tidak hanya mengutamakan aspek kognitif, tapi juga aspek  akhlakul karimah yang harus diberikan perhatian yang besar,” tegasnya.

“Jangan hanya fokus pencapaian yang sifatnya akademik atau ekstrakurikuler, bukan tidak penting terkait hal tersebut sangat penting. Tapi perlu ditekankan pula bahwa akhlak adalah hal terpenting yang akan membuat semuanya menjadi lebih berharga dan utama,” bebernya

Ii Marlina yang merupakan Bacalag DPRD Kota Bekasi Dapil Jatiasih, Jatisampurna dan Pondok Melati ini menekankan sinergi antara sekolah dan orang tua, hal tersebut menurutnya sangat penting dibangun dan diperkuat lagi.

“Jika perlu sekolah punya divisi khusus yang menangani komunikasi dengan orang tua,” tandasnya.

“Pola asuh dan pendidikan anak harus terus diperbaiki. Selain pola didik di rumah, pergaulan di luar rumah, termasuk juga pendidikan di sekolah. Karena pada dasarnya anak dilahirkan dalam keadaan suci,” terang Ketua Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Bekasi tersebut.

“Semoga orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat bisa berkerja sama dan berkolaborasi untuk memberikan tuntunan yang baik, pola didik tepat dan pengawasan yang sesuai kepada anak,” pungkasnya mengakhiri. (Rdk)

Be the first to comment on "Miris Kasus Bullying, Ii Marlina BPKK PKS: Jangan Kesampingkan Pendidikan Akhlak untuk Anak Kita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*