Pak Cahyadi Takriawan, dalam agenda Seminar Online Keluarga
DPDPKSKOTABEKASI – Sabtu (27/3), Bidang Kaderisasi DPC PKS Medan Satria kali ini mengadakan seminar online bertema keluarga dengan mengangkat tajuk “Membangun Keluarga Samara yang Harmonis”.
Agenda ini di isi oleh konselor keluarga sekaligus penulis buku terkenal, Cahyadi Takriawan yang akrab disapa Pak Cah.
Dengan kupluk khasnya, Pak Cah membuka pemaparan dengan menukil Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21, dari tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka yang menjelaskan makna tentang Sakinah, Mawaddah dan Warrahmah.
“Sakinah atau ketenangan, ketentraman, kedamaian muncul karena menikah secara Islami dengan sesama manusia, laki-laki dengan perempuan,” ujar Pak Cah.
“Diatas semua ketenangan ini Allah Subhanahu Wata’ala memberikan dua hal yakni Mawaddah dan Warrahmah. Apa perbedaannya? Mawaddah adalah cinta dan kasih sayang yang muncul pada pasangan suami istri yang coraknya itu membara cinta menggebu-gebu, menikmati syahwat seksual yang halal,” terang Pak Cah kemudian.
“Ini merupakan corak cinta yang muncul pada umumnya pengantin baru yang umurnya masih muda. Oleh karena itu, dalam Islam di anjurkan antara suami istri untuk merawat diri tampil dengan indah hanya untuk pasangannya,” tambah Pak Cah.
Pak Cah menuturukan bahwa, seiring bertambahnya usia, setelah dulunya muda dan penggantin baru, lalu kemudian menjadi semakin tua, umur bertambah. Tentu hasrat seksualitas akan semakin berkurang. Tetapi kebahagian keluarga tidak semata-mata karena aspek seksualitas. Nah karena itu, aspek yang paling dominan adalah Warrahmah. Warrahmah itu adalah perasaan cinta yang mendalam bukan menggebu-gebu.
Hal menarik mengenai pemaparan beliau tentang keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu mengubah konflik menjadi cinta.
“Ketika kita mengatakan keluarga sakinah, jangan pernah membayangkan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang tanpa masalah. Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang tanpa konflik, tanpa pertengkaran, tidak ada kemarahan. Kalau begitu cara kita mendefinisikan tentang keluarga sakinah maka di muka bumi ini tidak ada keluarga sakinah, karena bukan itu definisinya, karena yang membedakan antara keluarga sakinah dan yang bukan adalah bagaimana mereka memanage konflik, dan memiliki kemampuan untuk mengubah masalah menjadi cinta,” terang Pak Cah.
Dihubungi pasca event Ketua Kaderisasi DPC PKS Medan Satria, Uus Suhatna menyampaikan, “Alhamdulillah Webinar berjalan lancar, meskipun ada sedikit kendala terkait waktu yang berbarengan dengan sosialisasi Ziswaf dari DPD, jadi peserta yang berniat hadir tidak bisa mengikuti.”.
“Meskipun dalam webinar ini peserta wajibnya adalah anggota tetapi melihat kapasitas pembicara yang tidak diragukan lagi (Pakar dalam urusan Pembangunan Keluarga) maka untuk agenda kali ini peserta dibuka untuk umum,” tambah Uus Suhatna.
“Peserta sangat antusias terlihat dari jumlah pertanyaan yang diajukan begitu banyak. Intinya mereka terbuka wawasan dan sadar akan kesalahan dalam membangun keluarga yang harmonis,” pungkas Ketua Kaderisasi DPC PKS Medan Satria.
Acara seminar ditutup menjelang Ashar dengan dibagikan delapan doorprize menarik berupa buku karya Pak Cah, kaos serta jaket.
Bagi bapak, ibu dan siapa saja yang ingin menonton ulang rekaman kajian tersebut bisa disaksikan melalui link silahkan klik : Channel Youtube PKS TV Medan Satria. (RDK)
DPDPKSKOTABEKASI - DPC PKS Medan Satria menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung meriah dan penuh…
DPDPKSKOTABEKASI.ID- – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PKS Kota Bekasi menggelar kegiatan Tarhib…
DPDPKSKOTABEKASI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Medan Satria menggelar Rapat…
DPDPKSKOTABEKASI - Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, B.Eng., mengeluarkan arahan kepada seluruh…
DPDPKSKOTABEKASI— Ketua Panitia Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kota Bekasi, Syafiq Fadlu Rahman, menegaskan bahwa…
DPDPKSKOTABEKASI — Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat, Heri Koswara, secara resmi membuka…