Nasehat Untuk Kita, yang Lupa Kapan Terakhir Hadir UPA

UPA

Ilmu akan sulit didapat tanpa belajar. Baik di sekolah, pesantren, maupun majelis-majelis.

Maka, sangat penting bagi seorang muslim untuk terus mendatangi forum-forum ilmu.

Seorang muslim pun harus memuliakan ilmu jika ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan kehidupannya. Dengan memuliakan gurunya, memuliakan majelis ilmu itu sendiri, juga memuliakan teman duduknya dalam majelis ilmu.

Meski zaman telah berubah dengan kemajuan teknologi, sehingga ilmu begitu mudah didapat lewat gawai, namun menghadiri dan duduk di dalam majelis menghadap guru tetap yang utama.

Apalagi Rasulullah ShalAllahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda bahwa teman duduk terbaik bagi kita adalah mereka yang ketika melihat mereka akan mengingatkan kita kepada Allah, menambah ilmu dalam pembicaraan, dan mengingatkan kita kepada akhirat serta amalan-amalannya.

Terlebih lagi dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan Abu Dawud, yang disahihkan Al-Albani dalam Sahih Abu Daud Rasulullah ShalAllahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.”.

Hadits ini tentu berlaku bagi mereka yang mengadakan perjalanan keluar rumahnya menuju majelis ilmu, bukan yang duduk tenang di rumah menatap layar gadgetnya.

Tentu kita tidak ingin melewatkan keutamaan tersebut, mendapatkan kemudahan menuju surga, bukan? Karena jika kita sudah terbiasa malas keluar menuju majelis ilmu, maka bisa jadi kita telah terkena salah satu tipuan iblis. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnul Al-Jauzi dalam kitabnya Talbiis Ibliis, halaman 739.

قال ابن الجوزي -رحمه الله-: اعلم أنَّ أوَّل تلبيس إبليس على النَّاس صدُّهم عن العلم؛ لأنَّ العلم نور، فإذا أطفأ مصابيحهم خبَّطهم في الظُّلم كيف شاء (تلبيس إبليس، ص)

Ibnu Al-Jauzi rahimahullaah berkata: “Ketahuilah bahwa tipuan iblis yang pertama kali atas manusia adalah dengan membuat mereka berpaling dari ilmu. Karena sesungguhnya, ilmu adalah cahaya. Ketika iblis mampu memadamkan cahaya-cahaya manusia, maka iblis akan mudah menjatuhkan mereka dalam kegelapan atau kesesatan sebagaimana yang dia inginkan.”.

Ilmu harus dicari. Itu berarti kita harus bergerak.

Terkait hal ini, mari kita meneladani Imam Malik rahimahullah. Beliau adalah seorang ulama yang dikenal sangat memuliakan ilmu. Dalam kitab Al-‘Ashami, Samth an-Nujum al-‘Awali fi Anba’ al-Awa’il at-Tawali, II/2014, diriwayatkan pada suatu ketika, di Madinah ada sebuah kunjungan Khalifah Bani Abbasiyyah, yaitu Khalifah Harun Ar-Rasyid, dan ternyata sang khalifah tertarik untuk mengikuti majelis kajian Kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik.

Khalifah pun kemudian mengutus perdana menterinya Yahya bin Khalid Al-Barmaki untuk memanggil Imam Malik agar datang mengajar untuknya.

Akan tetapi, Imam Malik menolak seraya berkata kepada utusan Khalifah tersebut, “Al-‘Ilmu yuzar wa laa yazur, yu’ta wa laa ya’ti.” Artinya adalah “Ilmu itu dikunjungi, bukan mengunjungi. Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.

Penulis : Aminuddin Al Bakasie

Berbagai sumber

Be the first to comment on "Nasehat Untuk Kita, yang Lupa Kapan Terakhir Hadir UPA"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*