DPDPKSKOTABEKASI – Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi menyelenggarakan Tarhib Ramadhan pada Ahad (11/04).
Agenda yang diselenggarakan di gedung DPD PKS Kota Bekasi ini terlaksana secara online dan offline. Untuk agenda offline secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.
Jumlah peserta yang mengikuti agenda ini mencapai 600 orang secara daring, sebanyak 290 lainnya berpartisipasi perihal Ramadhan dengan antusias melalui kolom komentar baik di Youtube maupun di applikasi Zoom.
Agenda tarhib ini menghadirkan KH. Dr. Zamakhsyari Abdul Majid, Lc., MA., Ketua MAJMU Bekasi Raya dan Ketua MUI Kota Bekasi, KH. Mir’an Syamsuri namun berhalangan hadir.
Pada awal acara, dalam sambutannya Heri Koswara selaku Ketua DPD PKS Kota Bekasi menyampaikan, ada tiga agenda di bulan suci ini, yang pertama sebelum, saat, dan kegiatan setelah Ramadhan.
Heri Koswara kembali menyampaikan, “Ada dua kelompok manusia saat Ramadhan tiba, pertama mereka yang senang dengan datangnya Ramadhan, kedua ia yang sedih dengan kehadirannya.”.
“Senang dan tidak ini adalah gambaran kondisi iman kita kepada Allah, bagi yang tidak senang maka Ramadhan merupakan sesuatu yang membelenggu,” ujar Ketua DPD PKS Kota Bekasi.
Heri Koswara menambahkan, “Ramadhan menjadi madrasah untuk melatih diri lebih kuat, karena target semakin berat, baik untuk kader maupun pimpinan kita, karena target untuk 2024 adalah memenangkan kembali pemilu di Kota Bekasi. Hakikatnya kemenangan adalah dari Allah, maka saat kita bersama Allah maka inilah kemenangan yang sesungguhnya.”.
Memasuki materi, Imam Dachlan selaku ketua BPU DPD PKS Kota Bekasi yang memoderatori, KH. Zamakhsyari Abdul Majid.
Dalam materinya KH. Zamakhsyari menyampaikan, “Kata tarhib dalam bahasa Arab menggunakan ha kecil, sehingga kalau dibaca bunyi hib itu masuk ke kerongkongan, ia merupakan masdar (kata dasar) dari rahhiba yang bermakna menyambut atau penyambutan.”.
“Menyambut kehadiran bulan suci dengan hati gembira, dada yang lapang dengan segala kesiapan fisik dan mental,” tambahnya.
“Tiga hal dalam menyambut Ramadhan, yang pertama bergembira, senang dan bersyukur, mendapatkan rahmat Allah untuk beribadah dibulan Ramadhan, yang kedua menguatkan aspek mental spiritual dan fisik (material), serta yang ketiga kita mengikuti pengajian, study keagamaan, pembekalan, pengarahan, tausiyah, mauidzah,” jelas KH. Zamakhsyari.
Beliau menerangkan tingkatan orang yang berpuasa, pertama puasa orang-orang pada umumnya, tidak makan tidak minum saja. Namun tidak menjaga mata, tangan, kaki dan segala akhlak yang membatalkan pahala puasa, hanya mendapatkan lapar dan haus saja.
“Yang kedua shaumul khusus, tidak hanya puasa perut dan farji, telinganya berpuasa kakinya berpuasa, lidahnya berpuasa, kemudian semua anggota badan berpuasa, dia kendalikan dari segala perbuatan dosa,” ujar Ketua MAJMU Bekasi Raya.
Terakhir ia menerangkan tingkatan tertinggi dari orang berpuasa adalah shaumul khusus bil khusus tingkatannya imtias : istimewa. Semuanya telah dilakukan, namun hatinya pun ikut berpuasa dari ingat kepada dunia (negatif) dilupakan dan tidak dipikirkan. Mengarahkan hati hanya untuk ingat kepada Allah saja hanya itu saja. (RDK)





Be the first to comment on "Tarhib Ramadhan, DPD PKS Kota Bekasi Hadirkan KH. Zamakhsyari Abdul Majid, Ketua MAJMU Bekasi Raya"