Belajar Tajwid pada Malam Takbiran

TakbiranPhoto Yakesma

Selesai ifthor My Hun masih duduk manis di meja makan. Dari jauh kulihat wajahnya tidak mencerminkan sedang menantikan second atau pun third dessert, jadi kubiarkan saja My Hun menikmati saat-saat kesendiriannya. Suara takbiran di masjid menyambut tibanya Idul Adha terdengar lantang memenuhi ruang udara di sekitar kami. Dia pun tampak khusyu’ mengikuti.

Saat aku melintas hendak ke kamar mandi, My Hun melambaikan tangannya. Aku pun mendekat. “Ada apa, Bi?” tanyaku.

“Itu…,” tangannya menunjuk ke atas. Pandanganku mengikuti telunjuknya, menatap ke langit-langit. “Eh, bukan itu!” katanya tiba-tiba, “Ini, nih,” dia mengarahkan telunjuknya ke arah telinganya.

“Apaan, sih, Bi?” tanyaku tak mengerti.

Dia tampak menghela nafas, lalu berkata, “Pertanyaannya begini: sewaktu takbiran, di ujung kalimat ‘Allahu Akbar wa lillahil hamd’ itu, huruf ‘dal’ nya dibaca, ga?”.

Oh, ternyata My Hun menanyakan masalah tajwid. Aku pun mengangguk, “Ya dibaca, dong.”.

“Tapi kok, sepertinya tidak terdengar, ya…,” katanya lagi.

Rupanya suamiku ini sedang khusyuk mendengarkan takbiran di masjid dan menemukan hal-hal yang mengganjal. Aku pun terdiam untuk turut menyimak lebih teliti bacaan takbiran itu.

“Dibaca, Bi…,” kataku mengkonfirmasi setelah mendengarkan dengan lebih seksama, “Bahkan seharusnya qolqolah nya juga jelas pengucapannya.”.

Sementara itu, aku sebenarnya menemukan kesalahan baca yang lebih serius, tapi kutunggu dulu komentar My Hun. Dia tampak mengangguk-angguk sambil mulutnya komat-kamit. Aku mendengar desis perlahan, rupanya dia sedang mencoba melafalkan kalimat itu secara lebih baik.

Sesaat kemudian, aku berniat hendak melanjutkan urusanku ke kamar mandi, tapi suamiku mengangkat tangannya dan menanyakan satu hal yang memang sudah kutunggu-tunggu, “Nah, satu lagi, Mi. Itu, bacaan sebelumnya ‘wa lillahil hamd’, apakah tepat dibaca ‘wa lillah ilham’?”.

“Yang itu tentu saja tidak boleh. Bacaan seharusnya memang ‘wa lillahil hamd’ jangan dibaca ‘wa lillah ilham’. Perhatikan juga perbedaan kedua ‘ha’ nya. Ada yang ‘besar’ dan ada yang ‘kecil’,” suamiku nampaknya langsung paham.

Dia hanya berucap singkat, “Thanks, beb,” lalu berlalu menuju laptopnya.

Rupanya dia kembali browsing internet. Hasilnya dikirim ke WA grup keluarga kami, ini isinya:
7 Kesalahan Pelafalan Takbiran

Oleh : Neneng Arfiani HR dan Toto Abi ihsan

Be the first to comment on "Belajar Tajwid pada Malam Takbiran"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*