DPDPKSKOTABEKASI – Menjelang Pilkada 2024, banyak pihak mempertanyakan sikap dan konsistensi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam dunia politik. Menanggapi keraguan tersebut, Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS dan anggota DPR-RI, menegaskan bahwa PKS tidak berubah dan tetap setia pada prinsip serta cita-cita awalnya.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, Tifatul menyampaikan bahwa PKS masih berdiri teguh pada landasan Islam dan terus memperjuangkan terwujudnya Indonesia yang berkeadilan, sejahtera, dan bermartabat. “Azasnya tetap Islam dan cita-citanya tetap terwujudnya Indonesia yang berkeadilan, sejahtera, dan bermartabat,” kata Tifatul.
PKS Tetap pada Rel Reformasi dan Pancasila
Tifatul menekankan bahwa PKS masih berada di jalur yang sama sejak reformasi, yakni berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. “Insya Allah PKS tetap dalam rel dan koridor amanah reformasi yang berdasarkan kepada Pancasila dan UUD NRI tahun 1945,” tegasnya. Ia juga menyebutkan bahwa PKS berkomitmen untuk terus berupaya melakukan perubahan demi Indonesia yang lebih baik serta menjaga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Keputusan Strategis di Majelis Syuro
Tifatul menjelaskan bahwa PKS memiliki mekanisme internal yang kuat dalam pengambilan keputusan strategis. Tidak seperti partai politik lainnya, di mana keputusan sering kali diambil oleh Ketua Umum, PKS mengutamakan musyawarah di Majelis Syuro. “Di PKS, untuk hal-hal strategis tidak ada istilah instruksi Ketum. Semua dimusyawarahkan,” jelas Tifatul. Majelis Syuro PKS terdiri dari 99 anggota yang memiliki latar belakang keilmuan Syariah, Teknik (Fanniyah), dan Sains (Ilmiyyah), dengan komposisi yang ideal untuk memastikan keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan yang matang.
Empat Tingkatan Koalisi PKS: Ideologis hingga Teknis
Tifatul juga menguraikan pendekatan PKS dalam berkoalisi. Menurutnya, PKS memiliki empat tingkatan koalisi: Koalisi Ideologis, Koalisi Strategis, Koalisi Taktis, dan Koalisi Teknis. Dalam konteks Pilkada, PKS lebih fokus pada koalisi taktis yang bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di daerah. “Dalam pandangan PKS, [koalisi dalam Pilkada] hanya bersifat taktis. Bagaimana sandang, pangan, papan masyarakat daerah setempat bisa terpenuhi. Bagaimana pengangguran menurun, bagaimana kesehatan terlayani dengan baik, bagaimana infrastruktur daerah dibangun dan dipelihara. Bagaimana pendidikan bisa maju,” ujar Tifatul.
Pilkada 2024: Prinsip Usul Fiqh dalam Memilih Calon
Tifatul menambahkan bahwa PKS akan terlibat dalam lebih dari 400 Pilkada di seluruh Indonesia pada tahun 2024. Dalam memilih calon kepala daerah, PKS akan menerapkan prinsip-prinsip usul fiqh. “Jika ada 4 orang calon, bagus-bagus semua, maka gunakan prinsip ‘man ahsana minhum’, pilih siapa yang terbaik dari mereka. Namun, jika hanya ada 2 calon dan keduanya kurang bagus, maka gunakan kaidah ‘akhoofudh dhoroorain’, siapa yang lebih ringan mudhorotnya,” jelasnya. Dengan demikian, PKS berupaya memastikan bahwa kepemimpinan yang terpilih adalah yang terbaik atau paling minimal memberikan dampak negatif bagi masyarakat.
Menutup pernyataannya, Tifatul Sembiring mengajak semua pihak untuk saling menghormati perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pilkada. Ia menyadari bahwa tidak semua pihak akan puas dengan pilihan PKS, namun berharap agar masyarakat dapat memilih pemimpin daerah yang terbaik. “Bagi teman-teman yang punya pendapat dan pilihan lain, silakan. Semoga mendapat pemimpin daerah yang terbaik dan bahagia dengan pilihannya,” tutupnya.

Be the first to comment on "Tifatul Sembiring Tegaskan PKS Tetap Konsisten di Pilkada 2024"