Tidak Ada di Lambang Baru
Penjelasan itu memang masuk akal. Selama ini PKS memang konsisten dalam pengabdiannya kepada masyarakat diantaranya melalui berbagai bentuk pemberian bantuan sosial. Namun, menjadikan kepanjangan PKS sebagai Partai Keadilan Sosial, tentu bukanlah sesuatu yang diharapkan dari aksi-aksi sosial tersebut.
Kembali ke acara pelatihan, salah seorang panitia di sana, belakangan mengajukan teori, bahwa ada anggota baru yang masih gagap dalam menyebutkan kepanjangan PKS adalah karena kepanjangan nama tersebut tidak tertulis di lambang yang baru. Di lambang yang lama memang tertulis Partai Keadilan (di bagian atas) dan Sejahtera (di bagian bawah), namun di lambang yang baru hanya ada tulisan “PKS”.
Ada lagi yang berteori, kejadian tersebut disebabkan faktor “U”. Karena yang diminta menjawab adalah seseorang yang “JELITA” (jelang lima puluh tahun). Bisa jadi juga beliau tidak mengakrabkan diri dengan “Partai Keadilan Sejahtera” karena sudah merasa cukup nyaman dengan penyebutan “PKS”.
Teori-teori ini mungkin ada benarnya. Tetapi nampaknya tetap perlu dilakukan penelitian lebih mendalam. Karena semestinya anggota PKS sudah lebih akrab dengan kepanjangan PKS = Partai Keadilan Sejahtera. Diantaranya melalui Mars dan Hymne PKS yang dinyanyikan saat acara-acara partai. Dinyanyikan, bukan sekedar diperdengarkan.
Namun, terlepas dari apa pun teorinya, begitulah kenyataannya. Dan ini memperjelas, bahwa masih begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Terus semangat, saudaraku!
Oleh Toto Abi Ihsan





Be the first to comment on "PKS Kepanjangannya… (Bagian 2)"