Hari Ayah Nasional, RKI Pondokgede Berupaya Hadirkan Ayah Hebat yang Akrab dengan Anak

hari ayah

DPDPKSKOTABEKASI – Kamis (17/11/2022) Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Pondokgede menyelenggarakan acara bertemakan “Ayah Hebat Akrab dengan Anak”, bertempat di lapangan voly RT.02, RW.12, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede.

Acara diawali dengan senam bersama, dilanjut dengan sambutan dari Syafiq Fadlu Rahman sebagai wakil ketua dari Forum Ayah Pondokgede, dilanjut dengan sambutan dari Ketua DPC PKS Pondokgede, Aminuddin.

Syafiq Fadlu Rahman dalam sambutannya memberikan penjelasan tujuan dibentuknya Forum Ayah ini agar bisa mendorong para ayah lebih sadar bagaimana peranan dia sebagai seorang ayah yang memang harus menyayangi anaknya dan juga lebih menyayangi istrinya.

Ia menambahkan bahwa didalam Forum Ayah nanti juga akan mengadakan forum diskusi dengan ayah, kira-kira menjadi ayah itu enaknya bagaimana, harus bagaimana bersikap yang baik keanak, bagaimana bersikap baik keistri, mengadakan pelatihan online via zoom, serta berkumpul mengadakan acara Hari Ayah dan Hari Anak.

Aminuddin mengawali sambutannya dengan pantun, “Petik daun salam di dekat kakbah, yang menjawab salam saya mudah-mudahan hidupnya mendapat berbkah.”.

Aminuddin melanjutkan sambutannya, “Apakah kita tahu sosok yang diabadikan dalam Al-Qur’an tapi bukan nabi? Jawabannya adalah Lukman Al-Hakim. Al Hakim adalah gelar yang diberikan karena ia mempunyai kebijaksanaan. Lukman Al-Hakim mempunyai panggilan yang lembut kepada anaknya, begitu juga Nabi Ibrahim, mereka menggunakan kata ‘Yaa bunayya’ artinya yang tersayang.”.

“Kita bisa buka Al-Qur’an surat ke 31 ayat 12-18 diayat tersebut menjelaskan bagaimana pola asuh Lukman Al-Hakim kepada anak-anaknya, diantaranya adalah penguatan aqidah seperti sosial, ghoiru mahdhoh dan seterusnya,” ujarnya.

“Titik poinnya adalah bagaimana sikap seorang ayah terhadap anaknya. Menurut Dokter Aisyah Dahlan dan juga menurut pakar ilmu parenting Ustadz Bendri Jaisyurrahman bahwa sekarang ini Indonesia sedang krisis ayah, ayah ada tapi tidak diaku ayah, kenapa? Jawabnya karena tidak adanya kedekatan antara ayah dan anak, itulah sebabnya disebutkan bahwa Indonesia sekarang sedang krisis ayah,” beber Aminuddin.

“Bila anak laki-laki dan anak perempuan kehilangan sosok ayah, itu sangat berbahaya, sehingga seperti sekarang banyak bermunculan anak-anak layangan atau bisa disebut anak-anak alay, itu disebabkan tidak adanya sosok ayah yang mengajarkan ketegasan, kepemimpinan, kebijakan dan tidak ada hikmah, dikarenakan ayah diam saja terhadap anak yang melakukan kesalahan,” tambahnya.

“Ayah tidak ingin ikut campur karena merasa sudah lelah mencari uang maka menyerahkan urusan anak seluruhnya dari sekolah, mengaji dan lain-lain kepada ibunya, ayah sudah tidak mau ikut campur dan ikut berperan dalam mendidik anak di rumah,” imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan testimoni peran ayah dalam keluarga oleh Arif, pemberian bingkisan kepada peserta yang hadir saat itu berupa satu liter minyak goreng dan 10 butir telur serta pembuatan Kartu Tanda Anggota PKS. (IWL)

Be the first to comment on "Hari Ayah Nasional, RKI Pondokgede Berupaya Hadirkan Ayah Hebat yang Akrab dengan Anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*