Categories: BERITA TERKINI

Pendapat Dokter PKS Tentang Dokter Terawan

 

Jakarta, (6/4) – Metode cuci otak dengan Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukan dokter Terawan dalam pengobatan stroke, menarik perhatian anggota komisi IX DPR yang juga berprofesi sebagai dokter, Adang Sudrajat. dokter Adang Sudrajat menilai Metode dari dokter Terawan, bisa dianggap terlalu jauh dalam konteks Radiologi intervensi, karena melakukan tindakan therapy yang selama ini tidak ada dalam wewenang profesi Radiolog. Namun, menurut legislator FPKS ini, ada pengecualian untuk tindakan radiotherapy,  sangat perlu dilakukan dengan adanya rujukan dari ahli oncologi baik penyakit dalam maupun bedah. Sedangkan dokter Terawan melakukan tindakan therapeutik tanpa adanya rujukan dari Neurolog ataupun Neurosurgeon.

Legislator daerah pemilihan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat ini menjelaskan, bahwa pertanggungjawaban keabsahan metodologi dokter Terawan bisa di uji dengan Evidence Base Clinical Trial. Selama hasilnya bisa dipertanggungjawabkan, secara cost and benefit, maka komunitas kesehatan harus bisa menerimanya sebagai sebuah metode pengobatan yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Tidak ada satupun metode pengobatan yang sempurna, artinya paling efektif menyembuhkan tapi tanpa resiko sama sekali. Setiap metode diukur dengan potensi manfaat dengan potensi resiko yang mungkin terjadi”, ucap dokter Adang.

Dengan demikian, lanjut Adang,  mungkin perlu dibuka kembali suasana dialogis yang dapat menghasilkan suasana keterbukaan satu sama lain. Dengan lebih membuka diri pada sesuatu hal yang baru, yang rujukan tex book-nya belum di dapatkan. Apabila memang sebuah metode memiliki manfaat yang besar dengan resiko yang jauh lebih kecil  dengan Clinical Trial yang dapat dipertanggungjawabkan kenapa tidak dapat menerimanya.

“Pemerintah mulai saat ini semestinya memberikan fasilatas anak-anak bangsa yang berpotensi besar membesarkan bangsa. Seandainya Clinical Trial ini memakan biaya tinggi, sudah seharusnya pemerintah mengalokasikan anggaran, agar hasil karya anak bangsa terus berkembang. Bukan hal yang mustahil Indonesia akan menjadi salah satu negara pelopor dalam pengembangan metode pengobatan baru. Bukan hanya sebagai pengekor seperti selama ini”, pungkas dokter Adang Sudrajat.***

adminhumaspks

Recent Posts

PKS Kota Bekasi Bekali Konsultan RKI Tingkatkan Pendampingan Keluarga dan Masyarakat

DPDPKSKOTABEKASI - DPD PKS Kota Bekasi melalui Bagian Ketahanan Keluarga Bipeka bekerja sama dengan Bidang…

2 weeks ago

Jelang Iduladha, Sekjen PKS Kirim 14 Hewan Kurban untuk Masyarakat Kota Bekasi

DPDPKSKOTABEKASI - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menyalurkan…

4 weeks ago

Nur Ain Istikharah Dikukuhkan sebagai Duta RKI Kota Bekasi, Perkuat Ketahanan Keluarga

DPDPKSKOTABEKASI — Momentum Halal Bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi…

2 months ago

Sekjen PKS Muhammad Kholid Soroti Ancaman Global, Ajak Kader Kota Bekasi Perkuat Ketahanan Ekonomi

DPDPKSKOTABEKASI — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Kholid, menyoroti tantangan global yang kian kompleks…

2 months ago

Bukan Sekadar Halal Bihalal, PKS Kota Bekasi Luncurkan PaKiS dan Gerakkan Ekonomi Kader

DPDPKSKOTABEKASI — Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi untuk…

2 months ago

Halal Bihalal PKS Kota Bekasi, Perkuat Ekonomi Kader Lewat Dana Bergulir dan PaKiS

  DPDPKSKOTABEKASI — Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi terus memperkuat kemandirian ekonomi…

2 months ago