Kasturi spesial Kemerdekaan RKI Kota Bekasi
DPDPKSKOTABEKASI – Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Bekasi menyelenggarakan webinar Kasturi Spesial kemerdekaan pada Sabtu (21/08/2021).
Agenda yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dan youtube channel PKS TV Kota Bekasi ramai dihadiri oleh para peserta yang menyimak agenda ini.
Menghadirkan pembicara sejarah, Dr. Tiar Anwar Bachtiar selaku pembicara, agenda ini juga dihadiri oleh Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara selaku Keynote Speaker.
Heri Koswara menuturkan, bahwa banyak peran dari para penjajah dan orientalist yang tidak menyukai perjuangan dan pengorbanan para ulama dalam kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk itu setiap umat Islam wajib menjaga sejarah perjuangan mereka.
Masuk ke materi inti, Dr. Tiar menyampaikan dimana aspek Islam dalam membentuk nasionalisme Indonesia sampai Indonesia merdeka, dimana peran Islam dalam Kemerdekaan Indonesia sangat besar dan kuat.
“Apa yang disebut nasionalisme? Kalau dalam terjemahan Melayu adalah kebangsaan, kebangsaan itu adalah sebuah perasaan satu bangsa, kalau di Eropa nasionalisme adalah etnis, jadi saat muncul di Eropa pada abad ke-19 maka muncullah ratusan negara, yang sebelumnya hanya negara kerajaan besar seperti Inggris, Belanda dan lainnya, akhirnya muncul sebab nasionalisme etnis ini, dari situ muncullah negara-negara kecil seperti Maldives, Vatikan, Swiss, Belgia, Denmark, inilah wilayah kecil suatu etnik yang akhirnya dijadikan dasar untuk mendirikan negara,” ujar Dr. Tiar.
“Di Indonesia etnik tidak menjadi dasar untuk suatu bangsa, kita lihat dari Sabang sampai Merauke kita lihat berapa banyak suku, meskipun ada suku besar seperti Jawa, tapi terdapat juga sub etnik, kita lihat sub etnik Jawa mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga ke pesisir. Sunda juga begitu, memiliki banyak sub etnik,” terang Dr. Tiar dalam materinya.
Dalam penjelasannya, hal ini yang membedakan antara Indonesia dan negara di Eropa seperti Perancis, Belanda, Jerman dan lain-lainnya. Mereka memiliki etnik yang membentuk negara. Di Indonesia membentuk negara tidak didasari suatu etnik atau mengokohkan suatu etnik.
“Konsep kebangsaan Indonesia adalah konsep perlawanan terhadap kolonialisme, kita ini adalah orang-orang yang mencoba keluar dari penjajahan kolonial,” ungkapnya.
“Dari Sabang sampai Merauke kita sama-sama melawan penjajahan, kita memiliki kesamaan sama-sama dijajah, kata kuncinya ada disini. Dan hal ini tidak sama dengan tetangga-tetangga kita, seperti Malaysia atau Brunei, tentu memiliki sejarah yang berbeda, sejarah kita adalah sebuah perjuangan yang dibentuk dalam menghadapi kolonialisme, kemerdekaan kita adalah kemerdekaan yang diraih dari perlawanan terhadap penjajahan,” tambahnya.
Dalam materinya Dr. Tiar Anwar Bachtiar yang merupakan lulusan dari Universitas Padjajaran, dan menyelesaikan Master dan Doktoralnya di Universitas Indonesia menjelaskan dengan detail terkait dengan asal muasal sejarah Kemerdekaan Indonesia dan keterlibatan yang sangat luas oleh para ulama dan santri.
Terpisah dari hal tersebut, Ii Marlina menyampaikan terselenggaranya agenda ini adalah merupakan sebuah kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk terus menerangkan sejarah Bangsa dan Negara Indonesia kepada anak-cucu kita, untuk itu setiap kita perlu memahami dengan detail dari sumber-sumber terbaik yang ada agar kita tidak simpang siur nantinya dalam menyampaikan warisan sejarah yang berharga ini,” ujar II Marlina.
“Semoga agenda ini bisa menjadi kebaikan bagi semua peserta yang hadir,” pungkasnya. (RDK)
DPDPKSKOTABEKASI - DPC PKS Medan Satria menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung meriah dan penuh…
DPDPKSKOTABEKASI.ID- – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PKS Kota Bekasi menggelar kegiatan Tarhib…
DPDPKSKOTABEKASI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Medan Satria menggelar Rapat…
DPDPKSKOTABEKASI - Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, B.Eng., mengeluarkan arahan kepada seluruh…
DPDPKSKOTABEKASI— Ketua Panitia Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kota Bekasi, Syafiq Fadlu Rahman, menegaskan bahwa…
DPDPKSKOTABEKASI — Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat, Heri Koswara, secara resmi membuka…