BERITA TERKINI

Webinar RKI, Bang HK Ajak Peserta Pahami dan Jaga Sejarah Perjuangan Ulama

DPDPKSKOTABEKASIRumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Bekasi menyelenggarakan webinar dengan tema “Napak Tilas Nasionalisme Para Ulama dalam Menegakkan NKRI”.

Agenda yang diselenggarakan secara online melalui aplikasi zoom meeting tersebut terlaksana pada Sabtu (21/08).

Dihadiri oleh 330 orang peserta dari seluruh kecamatan di Kota Bekasi ini acara ini menghadirkan Dr. Tiar Anwar Bachtiar selaku pembicara, yang beliau merupakan seorang peneliti INSIST, dan juga pengamat sejarah politik di Indonesia.

Hadir sebagai keynote speaker Heri Koswara menyampaikan bahwa dalam momentum beberapa pekan belakangan ini kita merasakan dua momentum besar yang Allah berikan ditenah pandemi Covid-19 ini, yang pertama momentum Tahun Baru Hijriah 1443, dan yang kedua yakni Hari Ulang Tahun (HUT) ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua DPD PKS Kota Bekasi menuturkan bahwa dua momentum ini, yang pertama hijrah Rasulullah bersama sahabatnya, dan kedua adalah momentum Kemerdekaan RI adalah sebuah momen agar kita terus berjuang dan memberikan potensi terbaik untuk mengisi kemerdekaan baik untuk Indonesia maupun Kota Bekasi.

“Tema terkait dengan napak tilas nasionalisme para ulama dalam menegakkan NKRI adalah sebuah tema yang sangat penting, karena usaha-usaha mereka yang tidak senang islam, mereka selalu melakukan De Islamisasi terhadap sejarah,” ujar Heri Koswara.

“Maka jika ada sebuah generasi suatu bangsa, ia akan kehilangan integritasnya jika perjuangan pendahulunya dihapuskan dalam catatan sejarah. Ini harus kita jaga betul, karena para orientalis, mereka mendesain sejarah ini, agar peran yang dilakukan oleh para umat Ilam khususnya para ulama tidak lagi nampak oleh para penerus nantinya,” terang Bang HK.

“Ini yang disebut gerakan De Islamisasi dan orientalist memang kerjaannya begitu, bahkan mereka menyusun sejarah Rasulullah dalam bingkai De Islamisasi tadi tentu mereka banyak antek-anteknya dan turun ke negara kita, mereka menyusun sejarah dan dalam sejarah itu mereka menghilangkan peran dan fungsi ulama dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” tambahnya.

Dalam sesinya, bang HK menjelaskan pada abad 16, Portugis dan Spanyol memasuki dan merebut Melaka, dan mereka juga merebut Sunda Kelapa, disana muncul seorang ulama yakni Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan sunan gunung djati. Di tempat lain saat portugis menguasai Melaka, di sana juga muncul Sultan Baabullah, Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunung Djati dan Sultan Baabullah adalah dua ulama yang ditakutkan oleh Portugis dan Spanyol pada abad 16, menurutnya hal ini menjadi sangat jelas bahwa tidak ada dalam usaha mengusir penjajahan kecuali disana ada peran ulama yang sangat signifikan.

“Kemudian pada abad 17, ketika Belanda mendirikan VOC tahun 1602 maka kita lihat banyak sekali ulama-ulama yang berjuang dengan santri-santrinya, di Makasar ada Sultan Hasanudin, di Mataram ada Sultan Agung, di Jawa ada Pangeran Diponegoro, dan di Sumatera ada Imam Bonjol lewat perang padrinya, ini sekaligus menjelaskan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan ulama dan santrinya yang berjuang sampai darah penghabisan mereka,” tegas Bang HK.

“Walaupun memang sekali lagi saya katakan selalu ada proses De Islamisasi orang yang tidak senang dengan Islam ingin menjauhi bahwa tidak ada peran Islam dalam kemerdekaan ini,” imbuhnya.

Menurut Bang HK, setiap kita harus menghidupkan semangat, untuk kita sampaikan ke generasi selanjutnya, mulai dair anak-anak hingga ke cucu-cucu agar mereka dapat memahami perjalanan sejarah.

“Kemudian kita juga kita lihat ada seorang ulama Syekh Abdul Somad Al-Palembangi, di Palembang. Kemudian Syaikh Al-Arsyad di Banjar, kemudian ada Syaikh Muqayyim dan Ibnu Abbas di Cirebon, kemudian ada Habib Al-Habsyi di Kwitang, Habib Usman bin Husein di Bandung, kemudian Kiai Ahmad Sanusi di skumabumi. Lagi-lagi ini membuktikan bahwa tidak ada daerah di Nusantara ini yang tidak muncul ulama dan santrinya dalam rangka memperjuangkan NKRI,” ungkapnya.

Bang HK yang merupakan keynote speaker dalam agenda tersebut juga meminta kepada seluruh peserta untuk menjaga sejarah yang benar dan lurus, berhati-hati oleh banyaknya penyimpangan dalam buku-buku sejarah yang mengeliminir peran ulama dan santri dalam rangka memperjuangkan negeri tercinta Indonesia.

“Begitu pula dalam masa penjajahan, siapa yang membangkitkan perekonomian warga Indoensia saat itu, disana ada KH. Samanhudi pada tanggal 6 oktober 1906, kemudian dilanjutkan oleh KH. Wahab Hasbullah pada 1920, mereka adalah ulama yang memiliki pesantren dan santri yang peduli pada perekonomian bangsa,” jelasnya.

“Begitu pula pada masa penjajahan siapa yang peduli dengan masalah pendidikan, pada tanggal 18 November 1912 lahirnya Persyarikatan Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan sepuluh tahun sebelum Taman Siswa, didirikan oleh Ki Khadjar Dewantara, beliau adalah tokoh nasional yang juga ulama,” tambah Ketua DPD PKS Kota Bekasi.

“Kita juga tahu betul setelah pendirian Muhammadiyah, bagaiamana KH. Hasyim Asyari dengan NU yang didirikan pada 1926 yang ini kemudian melahirkan resolusi jihad, yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama yang melawan paham liberalisasi dan penjajahan,” ungkap Bang HK.

“Inilah tugas kita untuk meluruskan sejarah Bangsa ini, dalam rangka untuk melawan penjajahan. Ini adalah acara yang sangat penting dalam menghidupkan sejarah bangsa dan negara ini,” tutupnya.

Agenda yang berakhir menjelang Dzuhur tersebut diakhiri dengan pengumuman juara lomba menyanyi virtual bersama keluarga. (RDK)

adminhumaspks

Recent Posts

Halal Bihalal DPC Medan Satria, Silaturahmi Kader Diperkuat Sentuhan Budaya

DPDPKSKOTABEKASI - DPC PKS Medan Satria menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung meriah dan penuh…

4 days ago

Tarhib Ramadan 1447 H, PKS Kota Bekasi Ajak Masyarakat Lakukan “Kalibrasi Hati”

DPDPKSKOTABEKASI.ID- – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PKS Kota Bekasi menggelar kegiatan Tarhib…

2 months ago

Rakercab PKS Medan Satria Tekankan Aktivasi Kader dan Penguatan Pelayanan Umat

DPDPKSKOTABEKASI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Medan Satria menggelar Rapat…

3 months ago

Ketua PKS Kota Bekasi Fendaby Surya Instruksikan Kader Pantau Banjir dan Gerakkan Bantu Warga

DPDPKSKOTABEKASI - Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, B.Eng., mengeluarkan arahan kepada seluruh…

3 months ago

Rakerda PKS Kota Bekasi Usung Kalibrasi 33x, Ini Penjelasan Ketua Panitia Syafiq Fadlu Rahman !

DPDPKSKOTABEKASI— Ketua Panitia Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kota Bekasi, Syafiq Fadlu Rahman, menegaskan bahwa…

4 months ago

Heri Koswara Buka Rakerda PKS Kota Bekasi, Tekankan Soliditas dan Penguatan Kader

DPDPKSKOTABEKASI — Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat, Heri Koswara, secara resmi membuka…

4 months ago