Rezeki, Gerobak PKS dan Obrolan Abang Rongsokan di Warung Kopi

gerobak

DPDPKSKOTABEKASI – Hari ini saya berangkat bekerja pagi sekitar pukul 07.00 WIB, seperti biasa keliling kampung, lewat jalan becek kemudian masuk komplek ngider mencari barang rongsok yang kalau ada untungnya InsyaAllah buat bekal makan besok.

Pukul 10.00 WIB, hari duha menjelang siang, langit yang tadi terang tiba-tiba hujan. Aku mampir di warung kopi, memesan segelas minuman. Kopi susu jahe hangat terhidang bersama gorengan pisang.

Di warung kopi ada beberapa orang ada abang ojol, mas pedagang cilok, tukang perabot, tukang las dan juga abang rongsokan teman seprofesiku.

Kami sering kumpul disitu, melepas penat dan sharing bertukar pikir berbincang hal, bagaimana dapur bisa terus ngebul. Apasajalah, bahkan soal PPKM yang diperpanjang lagi, soal wabah yang entah kapan selesai dan macam-macam lainnya.

Kami ngobrol akrab dan hangat serta berharap agar hujan reda dengan cepat karena kami akan kembali berangkat mencari peruntungan hari ini, supaya tak terlewat, sebab yang di rumah sudah tentu berharap rezeki.

Dalam obrolan itu ada teman menanyakan, sebut saja namanya Jopri, ia bertanya perihal gerobak yang saya cat logo PKS terbaru.

“Bang gerobaknya itu dipasang atribut PKS?” tanya Jopri langsung.

“Iya kang,” jawab saya.

“Enggak takut bang?” tanyanya lagi.

“Takut kenapa?” balas saya bertanya.

“Lah kan ada aja tuh orang nyinyir atau orang mau jual barang rongsokan terus gak jadi, karena orang itu gak suka PKS, laitu di gerobak Abang ada logo PKSnya,” kata Jopri panjang.

Saya jawab saja,“Soal nyinyir dan orang gak suka sudah pasti ada, tapi soal rejeki udah ada yang ngaturlah, gak akan nyasar ke mana.”.

“Bener juga sih bang,” ucapnya mengiyakan.

“Hari ini tadi saya lewat kompleks Jatiwaringin Asri 3. Alhamdulillah ada yang manggil tuh, orangnya baik rongsokan suruh dibawa aja, malah dikasih duit segala Alhamdulillah. Bisa buat makan dan sisanya disimpan buat persediaan tiga hari kedepan,” ungkap saya sambil senyum simpul.

“Akang sendiri keliling hari ini sudah ada yang nyangkut belum?” tanya saya kembali.

“Belum bang, sudah keliling kemana-mana belum ada yang nyangkut atu pisan,” jawabnya sambil senyum kecut.

Saya coba menawarkan, untuk mengikuti jejak agar dicat pula itu dia punya gerobak, iseng saja saya coba sampaikan.

“Coba dah gerobaknya ditempelin atribut PKS kali aja lain. Banyak orang jadi simpati, jangan takut, perihal rejeki, sebab udah ada yang ngatur,” timpal saya menyarankan.

Jopri terdiam, merenung, saya berdo’a untuk dia.

Semoga teman-teman di warung kopi tak hanya simpati tetapi mau bergabung bersama di PKS.

Langit masih mendung tapi hujan sudah tidak lagi turun. Kami bergegas, berangkat ngider mencari peruntungan masing-masing agar tak terlewat, karena yang di rumah anak-istri berharap agar hari ini dapat rezeki yang halal.

Bekasi, 22 September 2021
Ditulis oleh Roni Susanto

Be the first to comment on "Rezeki, Gerobak PKS dan Obrolan Abang Rongsokan di Warung Kopi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*