DPDPKSKOTABEKASI – Kegiatan reses Anggota DPR-RI, Mahfudz Abdurrahman, di Kota Bekasi pada Ahad (17/10) menjadi tampak istimewa.
Acara yang dihadiri banyak tokoh Kota Bekasi, diantaranya KH. Ishomuddin Muchtar, KH. Salimin Dani, Jawara Bekasi Damin Sada, Pakar Lingkungn Sony Teguh dan sekitar 70 tokoh ormas lainnya. Tentunya juga hadir Ketua DPD PKS, Heri Koswara.
Menurut Mahfudz, liburnya persidangan seorang Anggota DPR bukan berarti libur bekerja. Justru saat itulah seorang Anggota DPR terjun ke masyarakat, melihat, menyerap dan mendengar langsung suara masyarakat.
Ini bukan kesempatan pertama Mahfudz reses di Kota Bekasi. Sebagai Anggota DPR RI yang sudah tiga periode dari daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok ini memang sudah sering melakukan interaksi kepada masyarakat di kedua kota ini.
Dalam catatan media, terakhir Mahfudz mengelar reses pada Mei 2021 dalam bentuk buka puasa bersama Presiden PKS. Pernah juga pada saat banjir, bersama Presiden PKS dan Ketua DPD, Mahfudz mengunjungi dan membantu korban banjir di Kota Bekasi.
Tapi reses kali ini tampak istimewa karena momentumnya berkaitan pula dengan sedang dilakukannya proses seleksi bakal Calon Wali Kota Bekasi yang akan diusung PKS.
Maka dalam dialog secara menyeluruh ada dua isu yang muncul. Pertama tentang kesiapan PKS menjadi partai yang akan mendapat limpahan suara dibalik banyak kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah saat ini.
Suara oposisi akan tumpah ke PKS, maka KH. Salimin Dani dan Prof. Agus bertanya, sudah siapkah infrastruktur partai dan mental para fungsionarisnya untuk bermental juara?
“Kalau ada satu PKS yang oposisi sementara delapan partai lainnya ada di kubu pemerintah, perhitungan kasarnya suara PKS bisa melonjak menjadi di atas 20 persen. Menjadi partai pemenang tentu membutuhkan sikap mental yang lebih sempurna. Nah ini sudah siap apa belum?” ujar Prof. Agus.
Pertanyaan berikutnya yang diajukan adalah tentang masa depan Kota Bekasi yang saat ini mengalami kepemimpinan yang tidak berpihak kepada umat Islam.
“Satu-satunya jalan, Kota Bekasi harus punya wali kota yang sejuk, agamis, santri, santun, tapi pekerja keras dan cerdas,” kata KH. Ishomuddin Muchtar.
Beberapa kiyai dan floor yang menyampaikan pandangannya, meminta DPP PKS untuk mempertimbangkan secara matang agar tidak salah memilih calon yang akan diusungnya.
“Kami ingin yang seperti penampilan Ust. Syaikhu saat memimpin di Kota Bekasi, sejuk, santun tapi bisa kerja keras,” ujarnya.
“Sosok itu ada pada Heri Koswara, Ketua DPD PKS yang saat ini menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Tokoh ini sangat layak diusung, dan beliau mencerminkan kepemimpinan yang mirip dengan kepemimpinan Ust Syaikhu,” kata Dr. Sony Teguh.
Seperti sudah menangkap gelagat sebelumnya, Mahfudz pada awal sambutannya sudah mengatakan bahwa salah satu tugas partai saat ini adalah melakukan seleksi untuk beberapa daerah yang akan mengikuti kontestasi pilkada baik di tingkat Kota atau Kabupaten maupun Provinsi. Salah satunya untuk Kota Bekasi. Dan seleksi ini sudah ada prosedur bakunya.
“Jadi, PKS belum menentukan siapa yang akan diusungnya, masih diseleksi,” kata Mahfudz sambil mengarahkan pandangannya kepada Heri Koswara.
Dengan berbagai dukungan yang hadir, Heri Koswara menyambut dukungan tersebut, “Nah mudah-mudahan ini menjadi support buat saya, selaku Ketua DPD PKS Kota Bekasi. Ini merupakan support dan dukungan yang luar biasa kepada kami.”
Acara yang agendanya berakhir pada pukul 18.00 WIB terpaksa nambah waktunya karena beberapa penanya tetap ngotot minta waktu. (Hai)





Be the first to comment on "Dukungan dari Berbagai Tokoh, Heri Koswara Diminta Maju Sebagai Cawalkot Bekasi"