Perjalanan Dakwah Membersamai Ketua PKS Duren Jaya – Bekasi Timur

PKS Duren Jaya

(Ditulis oleh Toto Abu Ihsan)

DPDPKSKOTABEKASI – Ahad, 2 Oktober 2022. Membersamai Ketua DPRa PKS Duren Jaya – Bekasi Timur dalam perjalanan menyapa warga masyarakat serta bersilaturahim dengan tokoh setempat.

Hujan deras yang sempat mengguyur Kota Bekasi di pagi hari perlahan mereda, menyisakan rinai gerimis. Saatnya telah tiba untuk melangkahkan kaki menyusuri lorong-lorong kota, menyambangi dan menyapa warga.

Ini adalah catatan kesan dan hikmah perjalanan itu.

I
Meski gerimis masih menemani, perjalanan menyapa masyarakat mesti dijalani, karena peluang dakwah ada di sini, menanti dirambah mujahid sejati.

Seorang ibu memanggil kami untuk masuk berteduh di rumahnya, agar terhindar dari tetesan air yang turun dengan setia. Kami tentu tak bisa menerima, karena perjalanan masih jauh dan harus ditempuh.

Maka keluarlah dalil yang kami ingat. Sebagian petuah dari para Ustadz.

Bahwa Nabi Muhammad SAW membuka pakaian, agar kulit tubuhnya yang mulia terbasahi air hujan. Karena di sana ada keberkahan.

II
Ketika berdakwah bukanlah semata menyampaikan, tapi juga mendengarkan. Betapa banyak kisah mengandung hikmah yang bisa kita dapatkan.

Kali ini hikmah tentang perpisahan.

Dua sahabat berselisih jalan. Pandangan politik yang berbeda menjadi alasan.
Namun yang mereka lakukan tetap seirama meski tak senada.
Karena perbedaan pandangan politik mereka berpisah, namun masing-masing tetap setia di jalan dakwah.

(Sepenggal kisah tentang Kyai Noer Ali – Kyai Muhajirin yang pernah mendirikan sebuah pesantren bersama. Di kemudian hari mereka berpisah namun tetap sejalan. Masing-masing mendirikan pesantren yang hingga kini masih berjalan)
III
Menjumpai para lansia bukan sekedar mendengarkan kisah hidup mereka. Juga bukan untuk hanyut semata dalam nostalgia.

Ketika mengalir kisah, itu adalah sejarah. Dan sejarah adalah buah yang penuh berkah.

Dari kisah bersejarah kita menjadi tahu siapa berguru kepada siapa, siapa berkawan dengan siapa.

Ketika sejarah berkisah, kita menjadi mengerti tentang siapa kita saat ini – di sini, di antara para guru, guru para guru, sahabat para guru serta sesama penimba ilmu.

Ketika sejarah berkisah, kita jadi mengerti bagaimana mesti bersikap, menjadikan kita orang yang beradab.

Ketika sejarah berkisah, kita berharap agar selalu dilimpahi berkah.

(Cerita tentang para sahabat membuat kita mengetahui sanad. Cerita para orangtua tentang para sahabat dan guru mereka membuka mata kita, barangkali guru kita adalah sahabat mereka atau guru dari guru kita adalah guru mereka atau sahabat dari guru mereka. Kita semua bersaudara, pada akhirnya.)

IV
Bagaimanakah rasanya, mendirikan masjid saat masih dicekam trauma.

Setelah peristiwa makar yang menggila. Menafikan dan menistakan agama. Membunuhi santri dan ulama. Melecehkan kitab yang berisikan Firman-firmanNya.

Bagaimanakah resikonya, mendirikan masjid saat tak tahu siapa yang menjadi teman atau pun musuhnya.

Ujaran singkat menjawabnya: “Dirikan saja!”

Dan karunia Allah semata, yang menjaga masjid dan para pendirinya.

(Episode pendirian Masjid Al Falah (Pasar Baru, Bekasi) selepas peristiwa G30S/PKI.)

V
“Hujan yang rintik-rintik… Di awal bulan itu… “

Syair lagu (lama) itu pas. Kondisi memang mendung dengan hujan rintik-rintik masih turun membasahi bumi.

Tapi bukan karena hujan itu kenangan indah kembali terbayang.

Perjalanan melewati tempat pertama kali berkenalan. Itulah yang memanggil peristiwa masa lalu kembali hadir di hari ini meski belasan tahun telah berlalu.

Peristiwa yang mendebarkan. Dan membahagiakan. Hingga kini…

(The True Love Story of Ketua DPRa PKS Duren Jaya)

Be the first to comment on "Perjalanan Dakwah Membersamai Ketua PKS Duren Jaya – Bekasi Timur"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*