Tulisan Kader

Meretas Jalan Keteguhan

Perjalanan bak akrobat dari Ponorogo – Bekasi menyisakan penat di pikiran. Tapi ini ternyata hampir kalah dengan pikiran lain yang kini menggelayut. Gegara melihat status medsos beberapa rekan seperjuangan dakwah kampus. Rekan yang kupikir tak semudah itu rentan futur.

Pendeknya, dunia kerja sudah mengubah jalan hidupnya. Ini mungkin hanya dugaan pribadi. Tapi, aku berusaha mencari premis alasan sehingga dugaan itu pun tampak logis.

Mulai dari track record tempat kerja, perjalanan rumah tangga, sampai habit yang kini mereka tampilkan.

Kaget, sedih, khawatir, sampai guilty feeling (merasa bersalah). Letupan rasa yang muncul karena sering melewatkan momen dengan mereka, juga meluputkan wajah-wajahnya dalam doa.

Life style ini dugaanku sebagai efek hegemoni paham yang menyelimuti dunia mereka. Hegemoni yang membuat manusia memilih jalan menjadi materialis dan pluralis. Habit keislaman yang dulu dinyatakan dalam keseharian kini meluntur sudah. Terutama habit untuk mengagendakan “ngaji pekanan”.

Tentang pluralis, aku melihatnya dari pilihan rumah tangga. Gagal membina rumah tangga Islami, kini memilih rumah tangga dengan toleransi yang tampak kebablasan.

Fenomena ini “menggemparkan dan mendinamika” dalam pikiran”. Ini membuatku sadar betul bahwa hidayah dan inayah sangat mahal harganya. Dua payung jiwa yang menandakan adanya penjagaan Rabbaniyah dalam diri seorang muslim.

Melunturnya terlebih saat seseorang dihadapkan hiruk-pikuk imingan dunia. Harta, tahta, dan wanita, singkatnya. Tuntutan dunia penuh nuansa nafsu memang menggerus halus spiritualitas. Hingga pada level hidayah dan inayah mulai kehilangan tempat di relung jiwa.

Bersandar pada sebuah hadits yang selalu melegenda dalam dada.

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia paham dalam agama,” (Muttafaqun ‘alaihi).

Hadits ini salah satu penanda siapa nominator  hidayah dan inayah itu. Yaitu mereka yang “dipilih” oleh Allah mendapat khairan atau “kebaikan”.

Ada dua kata menarik dalam hadits, yaitu khairan dan yufaqqihu. Kata khairan yang bermakna “kebaikan” bukan diksi tanpa makna  dari lisan Rasulullah saw yang mulia. Mengapa bukan kata thayyiban atau hasanan misalnya? Makna khairan merujuk pada kebaikan multidimensi, tak hanya lahiriyah tapi berdimensi batiniah.

Sedangkan, kata yufaqqihhu bermakna “niscaya Dia (Allah) akan jadikan ia paham”. Faqih yang diinginkan adalah “kepahaman” bukan sekedar pengetahuan agama. Faqih meliputi aktivitas ‘aql  dalam menerima ilmu, qalb dalam membenarkannya, dan jasadiyah dalam membangun suluk.

Sabda Nabi Saw yang disampaikan Muawiyah dalam khutbahnya ini menasihatkan akan pilihan hidup manusia yang harus sejalan dengan pilihan Tuhan Yang Maha Berkehendak.  Harus sejalan karena Tuhan punya standar kelayakan Rabbaniyah.

Mereka yang layak di antaranya adalah yang berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Swt dan Rasul saw. Dan, tarbiyah adalah salah satu jalannya. Dengan demikian, ia mampu bertahan kala ujian kehidupan dengan beragam level menghadang.

Seperti pesan santri Gontor dalam lirik lagu Pondokku Sak Lawase, pondok ibarat tarbiyah, yang nilai-nilainya selamanya bagi kehidupan.

Pondokku sak lawase
Pondokku sak tenane
Ora ono sing liyane
Pokoke yak o yak e

Gampang angel kudu didalani
Abot kangen yo dirasake

Urip kui sak ono ne wae
Tapi penting mbahagiakke

Mondok kui sing penting niate
Muga hasile mbahagiake

(Pondokku selamanya)
(Pondokku selamanya)
(Tidak ada yang lainnya)
(Pokoknya ya iya ya ya)

(Mudah sulit harus dijalani)
(Kangen berat ya dirasakan)

(Hidup itu seadanya saja)
(Tapi yang penting membahagiakan)

Oleh Bianca Ulfah
(Peserta Sekolah Kepenulisan PKS Kota Bekasi)

adminhumaspks

Recent Posts

PKS Kota Bekasi Bekali Konsultan RKI Tingkatkan Pendampingan Keluarga dan Masyarakat

DPDPKSKOTABEKASI - DPD PKS Kota Bekasi melalui Bagian Ketahanan Keluarga Bipeka bekerja sama dengan Bidang…

2 weeks ago

Jelang Iduladha, Sekjen PKS Kirim 14 Hewan Kurban untuk Masyarakat Kota Bekasi

DPDPKSKOTABEKASI - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menyalurkan…

4 weeks ago

Nur Ain Istikharah Dikukuhkan sebagai Duta RKI Kota Bekasi, Perkuat Ketahanan Keluarga

DPDPKSKOTABEKASI — Momentum Halal Bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi…

2 months ago

Sekjen PKS Muhammad Kholid Soroti Ancaman Global, Ajak Kader Kota Bekasi Perkuat Ketahanan Ekonomi

DPDPKSKOTABEKASI — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Kholid, menyoroti tantangan global yang kian kompleks…

2 months ago

Bukan Sekadar Halal Bihalal, PKS Kota Bekasi Luncurkan PaKiS dan Gerakkan Ekonomi Kader

DPDPKSKOTABEKASI — Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi untuk…

2 months ago

Halal Bihalal PKS Kota Bekasi, Perkuat Ekonomi Kader Lewat Dana Bergulir dan PaKiS

  DPDPKSKOTABEKASI — Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi terus memperkuat kemandirian ekonomi…

2 months ago