DPDPKSKOTABEKASI – Ketua Rumah Keluarga Indonesia Kota Bekasi Ii Marlina pada Jum’at (30/05/2025) menghadiri agenda kajian Majelis Taklim Ummahat di Masjid Nurul Islam, Kemang Ifi, Jatisari, Jatiasih.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan bahwa, saat dalam sebuah agenda misalnya belajar membuat nasi tumpeng di satu komplek, belajar bersama, guru yang sama, acara dan bahan serta tempat yang sama tapi hasilnya tetap berbeda.
Hal ini menjelaskan bahwa kita yang ada di dalam majelis taklim ini pun seperti itu, perbedaannya ada pada niat dan itikad di dalam setiap hati manusia, “Jadi kalau kita mau berlomba, kita tidak bisa hanya berbekal dengan kalimat ‘iya deh saya ikutan’, tetapi kita memerlukan ilmu yang sangat mumpuni untuk mengikutinya.”.
“Barang siapa yang ingin meraih kesuksesan dunia dan akhirat maka pahami agama sedalam-dalamnya,” imbuh Ii Marlina.
“Oleh sebab itu maka ilmu harus kita cari, setelah kita dapat ilmu tersebut, seperti di masjid ini, maka kita harus memahami terkait apa yang kita dapatkan, dan setelah kita paham kita wajib mengamalkannya,” ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa saat ini tengah memasuki awal bulan Dzulhijjah, menurutnya bulan ini adalah bulan yang luar biasa, pihaknya juga menyittir Qur’an Surat Attaubah pada ayat 36, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”.
“Kalau dulu kita boleh berperang dalam larangan di ayat ini, kalau saat ini kita tidak boleh dzalim karena suasana yang kita alami dalam kondisi damai, kita juga tidak boleh bermaksiat, atau misal kita mendapatkan ilmu tapi tidak mengamalkannya maka jangan sampai masuk ke dalam orang-orang yang melakukan kedzaliman,” bebernya.
Tokoh perempuan ini juga menambahkan lagi peringatan Allah dalam Qur’an Surat Al-Fajr, “Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan yang ganjil.”.
“Dalam menyikapi hal ini banyak ulama yang berbeda pendapat, namun ada pula pendapat ulama yang menekankan, bahwa ayat ini lebih merujuk kepada 10 hari pada awal bulan Dzulhijjah.”.
“Kita tidak perlu memusingkan mana yang lebih utama, yang pasti pada 10 hari pada awal bulan Dzulhijjah itu sangat mulia dan banyak pahala yang Allah berikan,” terangnya.
“Kalau pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan itu sangat Istimewa untuk momentum akhir bulan dan pada Dzulhijjah itu 10 hari pertama,” terangnya.
“Jadi ayo, kita maksimalkan pada momentum 10 hari pertama ini, dan kita realisasikan di rumah nanti, agar pada bulan Dzulhijjah ini untuk kita bersama berlomba meraih pahala dan kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkasnya. (Rdk)





Be the first to comment on "Ketua RKI Kota Bekasi Ajak Maksimalkan Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah"