Sambil mengumpulkan laporan buat bahan tulisan tentang banjir, saya sempatkan berfikir dan berkhayal. Tugas-tugas ini memang sifatnya tambahan dan posisinya membantu saja, tapi…
Tambahan tugas mengurus media? Itu berat, bro! Seharusnya memang diberikan saja kepada orang muda yang bisa memenuhi salah dua persyaratannya: mobilitas dan kreativitas tinggi. Keduanya tidak saya miliki.
Kata orang, sih, teknologi serba “e” (elektronik), membuat apa saja jadi gampang. Termasuk mengurus media. Tapi (lagi)…, “katanya” beda dengan “nyatanya”.
Pikiran saya terus melayang. Jadi wartawan itu gampang. Misalnya, Peter Parker, wartawan foto The Daily Bugle. Buat dia, bergerak cepat sudah mengalir dalam darahnya. Dia bisa melompat tinggi dan berayun jauh diantara gedung-gedung pencakar langit. Terang saja. Dia Spiderman.
Saya bukan Spiderman. Bukan juga Peter Parker. Saya tidak bisa bergerak cepat, melompat dan berayun seperti dia. Bahkan sebenarnya juga tidak ada manusia yang seperti itu, karena Spiderman hanya tokoh rekaan.
Yang agak dekat dengan itu, yang bisa dilakukan manusia nyata, mungkin melompat, merayap, berlari, memanjat atau menuruni gedung. Praktisi parkur (Parkour) bisa melakukannya. Kalau mereka jadi wartawan dan memakai nama pena, mungkin mereka cocok memakai nama Peter Parkur.
Tapi, lagi-lagi, tetap saja itu jauh dari saya. Olahraga yang saya jalani belakangan ini hanya jalan pagi. Sekedar jalan mengeluarkan keringat, bukan untuk prestasi. Ini tidak bisa menggambarkan mobilitas tinggi apalagi kreativitas!
Bagaimanapun, karena terlanjur sudah ditugaskan… Saya kerjakan yang memang jadi bagian saya. Sebisanya saja. Misalnya saat hadir dalam suatu acara, bisa sambil meliput. Kalau berasa pegal di dalam ruangan saat meliput, bisa keluar sambil menilik, barangkali teman-teman Kepanduan perlu back up di tempat parkir kendaraan. Atau bisa juga cawe-cawe membereskan perpakiran alas kaki biar tampak rapi dan mengurangi resiko tertukar.
Peran kecil? Ya, ga masalah. Toh, tidak bisa semua orang jadi Ketupat (Ketua Panitia) atau jadi Ustadz. Harus ada yang siap siaga di pos lainnya.
Nah, mengingat bagian tugas dan apa yang bisa saya kerjakan sekarang serta melihat pola nama samaran Peter: Parker dan Parkur, mungkin saya bakal pakai nama samaran baru: Peter Parkir.
-o0o-
Oleh Toto Abi Ihsan





Be the first to comment on "Peter"