BEKASI.PKS.ID – Gedung BSI Perwira Jalan Lingkar Utara Bekasi, Bekasi Utara, kembali menjadi tempat kader PKS Bekasi Utara menimba ilmu, Sabtu (29/2/2020).
PKS yang lahir dimasa orde reformasi yang sebelumnya bernama PK dan menentukan Islam sebagai azasnya merasa perlu memberikan pembekalan bagi kadernya untuk memahami lebih dalam lagi tentang arti kebangsaan.
Kali ini, DPC PKS Bekasi Utara menghadirkan Direktur Center For Indonesia Reform Sapto Waluyo, S.Sos, M.Sc menjadi pembicara utama.
Dalam paparannya di Seminar Kebangsaan ini, Sapto Waluyo menyampaikan betapa ummat Islam telah memberikan kontribusi yang besar untuk berdirinya Bangsa yang kita cintai bersama ini.
Dalam sejarahnya bukti kontribusi yang telah diberikan misalnya didirikannya organisasi modern yang pertama kali oleh ummat Islam yakni Jamiatul Kheir (1901).
Selain itu, berdirinya organisasi ekonomi yang pertama kali yakni Serikat Dagang Islam (1906).
Didirikannya partai politik yang pertama yakni Sarekat Islam (1912). Membentuk Laskar Hizbullah dan Sabilillah untuk mempertahankan Kemerdekaan RI (1945).
“Bersama Tentara Pelajar dan Tentara Keamanan Rakyat, Resolusi Jihad dikeluarkan para Ulama (22 Oktober 1945) dibawah pimpinan Hadratusyekh KH Hasyim Asy’ari, sebagai respon atas pertanyaan Bung Karno. Kongres Umat Islam Indonesia pertama dilaksanakan di Yogyakarta, 7-8 November 1945, memperkuat Resolusi Jihad dan membentuk wadah persatuan (Masyumi),” kata Sapto.
Semua ini, lanjutnya, mengartikan Ummat Islam di Indonesia ini sangat mencintai bangsanya, peduli dengan bangsanya dengan ikut berjuang mengusir penjajah, melawan dominasi asing dan mempertahannkan kemerdekaan.
Inilah sebagian materi yang diberikan kepada kader PKS Bekasi Utara sebagai pembekalan agar seluruh kader memiliki pemahaman yang utuh tentang Kebangsaan dan Nasionalisme.
Agar Kader-kader PKS percaya diri dengan jati dirinya sebagai elemen bangsa yang siap memberikan sumbangsihnya untuk bangsa yang dicintainya ini. (sant)

Be the first to comment on "Gelar Seminar Kebangsaan, PKS Bekasi Utara Hadirkan Direktur Center For Indonesia Reform"