Sambut Hari Kemerdekaan, RKI Pondok Gede Gelar Kajian Keluarga
BEKASI.PKS.ID – Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Pondok Gede menyelenggarakan Kajian Keluarga jelang Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada Senin (17/8/2020). Kajian virtual yang secara langsung disiarkan melalui aplikasi Zoom Meeting, You Tube dan Radio Komunitas ini diselenggarakan pada Sabtu (15/8/2020) pukul 16.15 dengan menghadirkan Konselor Keluarga, Siti Oniah.
Ustadzah Siti Oniah yang lebih akrab disapa Bu Oni menyampaikan materi kajian dengan tema “Keluarga Kuat, Bangsa Bermartabat”.
Pengajar di PGTK Iqro ini menyatakan bahwa keluarga sebagai unit (masyarakat) terkecil dalam sebuah negara harus memiliki kekuatan menghadapi tantangan dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal) sehingga bisa kokoh dan bermartabat. Ia menegaskan, jika keluarga kokoh, maka negara akan kokoh.
Perempuan kelahiran Cirebon 6 Maret 1969 menyatakan, Indonesia bisa saja dalam kondisi terjejas karena masalah yang menimpa keluarga di Indonesia kini semakin kompleks, terutama masalah yang menimpa anak-anak. Oleh karena itu, perlu ada pilar-pilar pengokoh ketahanan keluarga.
Dua pilar yang disampaikan Ibu dari 9 putera puteri sekaligus nenek dari 8 cucu adalah Pilar Ketuhanan dan Pilar Perlindungan.
“Anak-anak sejak dini harus diajarkan perlindungan diri, baik perlindungan secara fisik maupun psikis,” katanya.
Adapun pilar ketuhanan, harus ditanamkan kuat-kuat sejak dini. Karena berdasarkan banyak penelitian, kata Oni, aktivitas ibadah mampu membawa ketenangan bagi penganutnya.
“Ini pilar penting yang harus kita tanamkan kuat-kuat agar masalah-masalah temukan muara solusinya. Pilar-pilar ini harus kokoh dalam keluarga, sehingga masyarakat pun kokoh,” tukas Oni.
3 Hal yang Harus Dilalui Keluarga
Selain pilar-pilar pengokoh keluarga, Bu Oni juga memaparkan 3 hal yang harus dilalui keluarga, yaitu sebagai berikut;
1. Setiap Keluarga akan diberikan ujian dan guncangan. Jika lulus melalui ujian dan guncangan, maka akan didapat Sakinah (ketenangan)
2. Pertolongan Allah itu dekat. Lebih besar, lebih luas daripada masalah yang diujikan kepada manusia (keluarga)
3. Allah menitipkan solusi (sarana melalui masalah) sehingga kita mampu melewati setiap ujian.
Sementara itu Eviyanti selaku penanggung jawab acara berharap semoga kajian ketahanan keluarga yang telah tersampaikan bisa memberi edukasi pada para orangtua dalam menjaga generasi penerus bangsa serta membawa mereka ke gerbang masa depan yang lebih baik.
Kajian virtual ini dihadiri 155 peserta. di aplikasi Zoom 72 orang, YouTube 25 orang dan Radio 58 orang.
(A)
