BEKASI.PKS.ID – Sejak orang nomor satu di tubuh partai bulan sabit kembar, Mohamad Sohibul Iman (MSI) mengeluarkan instruksi presiden tentang ketahanan pangan, segenap pengurus partai dari pusat hingga level ranting sontak menyulap pojok-pojok rumahnya menjadi kebun sayuran mini atau kolam-kolam ikan dari ember yang seadanya.
Terpukulnya sektor ekonomi yang disebabkan Pandemi Covid-19 juga ikut dirasakan kader-kader PKS. Ada yang omsetnya menurun, terkena kebijakan pemotongan gaji bahkan PHK (pemutusan Hubungan Kerja) dari tempatnya bekerja.
Karena kondisi itulah DPRa PKS Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara yang digawangi Santoso tiga bulan lalu yakni di bulan Mei 2020, menjalankan progam bantuan Budi Daya Ikan dalam Ember (Budikdamber).
Saat itu program Budikdamber diuji coba kepada lima kader PKS di Teluk Pucung. Mereka masing-masing mendapatkan satu paket Budikdamber yang terdiri dari ember plastik ukuran 80 liter, bibit ikan lele (40-50 ekor) dan pakan ikannya selama sebulan. Hasilnya ambyar (hancur/gagal) kalau menggunakan istilah almarhum maestro campursari Didi Kempot.
“Bantuan bibit ikan yang diberikan semuanya berakhir tragis mati meregang nyawa sebelum dipanen,” ungkap Ketua DPRa PKS Teluk Pucung, Santoso.
Namun, bukan kader PKS namanya kalau patah semangat. Mereka enggan untuk putus surut mundur ke belakang.
Selanjutnya, Santoso menghimpun kader-kader tersebut dalam sebuah grup WhatsApp khusus dengan nama Kelompok Ternak Tani PKS. “Di sanalah mereka bertemu jadi satu antara pemula dan yang sudah mencoba Budikdamber lebih dulu. Mereka saling asah, saling asuh, tukar informasi seputar pH air, sistem pengairan, plus minus kolam ember dan kolam terpal, komposisi perbandingan sebaran bibit, kesiapan air kolam, variasi pakan ikan, penyakit jamur pada ikan dan lain sebagainya.”
Pada percobaan selanjutnya, beberapa di antara mereka beralih dari lele ke ikan nila.
Kini beberapa kader mulai mendapat ilmu berternak ikan. Ikan-ikan yang mereka budidayakan dari hari ke hari semakin besar. Mereka mulai memutar otak lagi. Ke mana ikan-ikan yang mereka budidayakan akan dipasarkan?
Melihat problem baru tersebut, DPRa PKS Teluk Pucung sadar untuk ambil bagian mencari solusi untuk peternak ikan binaannya.
DPRa PKS Teluk Pucung akhirnya memberanikan diri untuk memborong panen perdana peternak ikan binaannya.
Panen perdana ini diinfokan ke WAG kader lainnya dan mendapat respons positif. Bahkan kini peternak itu mulai kewalahan memenuhi pesanan. Kini peternak senang ikannya dapat dipasarkan, DPRa dapat pemasukan kas dari margin keuntungan penjualan. Kader lainnya terpenuhi ketahanan pangannya dan sehat dan lebih kuat menghadapi hantaman Pandemi Covid-19 terpenuhi vitamin dan proteinnya.
“Mari kita bergandengan tangan menghadapi Pandemi Covid-19 ini bersama sama. Ayo lebih baik!” pungkas Santoso. (tp)
DPDPKSKOTABEKASI – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa…
DPDPKSOTABEKASI - Komunitas senam Fun Family Medan Satria kembali menggelar kegiatan olahraga bersama yang dirangkaikan…
DPDPKSKOTABEKASI – Sebanyak 1.000 kader perempuan PKS se-Kota Bekasi mengikuti Latihan Dasar Kader Perempuan (LATANSA)…
DPDPKSKOTABEKASI – DPD PKS Kota Bekasi menerima kunjungan studi banding yang diikuti 20 pengurus Tim Bendahara…
DPDPKSKOTABEKASI - Bendahara DPD PKS Kota Bekasi, Hj. Ii Marlina, S.Pd., menekankan pentingnya membangun ketangguhan…
DPDPKKOTABEKASI - Hangatnya kebersamaan terasa menyelimuti Taman Meli-Melo, Harapan Indah, Bekasi, pada Minggu (28/6). Sekitar…