DPDPKSKOTABEKASI – Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bekasi Utara menggelar webinar minyak jelantah, “Mengolah Mijel demi menjaga lingkungan dan menambah penghasilan keluarga”.
Agenda yang diselenggarakan pada Sabtu (07/08/2021), pada tanggal 08.30-11.00 WIB ini menghadirkan Erni Juliawati selaku Founder Komunitas Sijelita (Inspirasi Jelantah untuk Lingkungan Kita).
Tak hanya itu hadir pula Nurlaeli, yang merupakan founder dari Sedekah Mijel, RKI Teluk Pucung, dan juga Annisa Nurbaiti, yang merupakan Ketua RKI Bekasi Utara.
Annisa Nurbaiti selaku Ketua RKI Bekasi Utara menyampaikan, bahwa menurutnya gerakan minyak jelantah bukanlah hal baru di tengah masyarakat.
“RKI Bekasi Utara sebagai pusat kegiatan penguatan dan pembinaan ketahanan keluarga berbasis masyarakat merasa perlu turut serta menggalakkan gerakan ini. Berangkat dari niat belajar dan meniru kesuksesan gerakan minyak jelantah di Kota Depok, maka pada Sabtu (07/08/2021), Gerakan Mijel RKI Bekasi Utara diresmikan,” ujarnya.
Ketua RKI Bekasi Utara, tersebut menuturkan, bahwa tujuan gerakan ini pula adalah bagian dari sebuah langkah untuk turut menjaga lingkungan dari lingkup terkecil yaitu keluarga.
Menurutnya yang semula kaum ibu atau penjual gorengan membuang jelantah ke saluran air yang berakibat merusak lingkungan, atau mendaur ulang (berdampak buruk bagi kesehatan) lalu dari RKI mengupayakan edukasi dan bimbingan teknis pengumpulan minyak jelantah kepada calon pembina komunitas mijel RKI di tingkat kelurahan dan RW.
“Mijel dikumpulkan dikomunitas untuk diolah menjadi biodiesel, bekerja sama dengan Apjeti dan atau komunitas lain yang berkecimpung digerakan tersebut,” imbuh Annisa.
Annisa menambahkan bahwa, kedepannya gerakan ini diupayakan tidak hanya digalakkan oleh kaum ibu tapi juga remaja yang bekerja sama dengan karang taruna.
“Benefit mijel selain menyelamatkan tata kelola sumber daya air, juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan tabungan yang diselenggarakan oleh komunitas mijel. Jelantah yang dikumpulkan akan dinilai dengan sejumlah uang yang ditabung, kelak akan dikompensasi berupa logam mulia. Deposit bisa digunakan untuk rekening atau token listrik, air, atau pulsa maupun kuota data belajar, memfasilitasi belajar daring anak-anak tercinta,” kata Annisa menerangkan.
Ujarnya jika makin banyak jelantah dikumpulkan, maka akan makin besar benefit yang didapat. Kedepannya akan diagendakan pula pelatihan mengolah mijel menjadi sabun cuci tangan dan sabun dekor souvenir pernikahan.
“Bagi majelis taklim atau komunitas pegiat sedekah nasi, yang biasanya berdonasi Jum’at berkah denga uang, sekarang bisa bersedekah dengan mijel yang nilai tukarnya akan dikelola juga untuk sedekah Jum’at,” tutupnya mengakhiri. (RDK)





Be the first to comment on "RKI Bekasi Utara, Gerakkan Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Menabung Minyak Jelantah"