DPDPKSKOTABEKASI – Minyak sisa penggorengan yang sudah tidak layak dipakai atau dikenal sebagai minyak jelantah (mijel) diketahui mengandung senyawa karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Karena dampaknya akan merusak tubuh maka minyak jelantah ini tidak dipakai lagi.
Namun masalah baru muncul apabila minyak jelantah ini dibuang begitu saja, terutama bagi tanah dan air yang dilaluinya.
Minyak Jelantah adalah limbah rumah tangga yang jika diabaikan akan merusak bumi secara besar-besaran dan mengancam keberlangsungan makhluk hidup.
Menyadari hal tersebut BPKK DPRa PKS Jatisari berinisiatif mengajak kader dan masyarakat sekitar untuk bersama mengumpulkan minyak jelantah. Karena selain membahayakan lingkungan ternyata minyak jelantah bisa diolah kembali menjadi berbagai kebutuhan rumah tangga seperti biogas, lilin, sabun pembersih lantai dan pakaian serta hal lainnya.
Program ini telah dilaksanakan sejak bulan maret tahun 2019 dan terus mendapat respon yang bagus dari masyarakat.
“Kami mengajak para ibu untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dari pencemaran limbah minyak jelantah, dan alhamdulillahnya lagi minyak jelantah ini dihargai 4.000 rupiah perliter loh jika sudah menjadi anggota PKS,” tukas Feni Parhaeni selaku Ketua BPKK PKS Jatisari pada Jum’at (24/09).
Pada bulan September ini pengumpulan minyak jelantah mencapai 270 liter.
Disampaikan oleh Feni bahwa program pengumpulan minyak jelantah ini selain bermanfaat bagi keselamatan lingkungan, juga menambah pemasukan ekonomi masyarakat karena minyak jelantah yang disetorkan dicacat berupa tabungan bagi penyetor dan dapat di ambil setiap tiga bulan sekali.
“Kami terus mengedukasi masyarakat akan manfaat program ini, para kader yang tersebar di berbagai RW di Jatisari pun siap menampung minyak jelantah dari masyarakat,” pungkasnya. (RDK)





Be the first to comment on "Luncurkan Bank Minyak Jelantah, BPKK PKS Jatisari Ajak Para Ibu Selamatkan Bumi"