BPJE Berbagi Tips Cara Memulai Bisnis, Walaupun Modal Kecil (Entrepreuner Corner Edisi #2)

EntrepreneurSyaifudin Ketua Bidang BPJE, DPD PKS Kota Bekasi

DPDPKSKOTABEKASI – “Dalam Entrepreuner Corner BPJE edisi dua ini kami ingin, berbagi tips cara memulai bisnis, walaupun modal kecil,” ujar Syaifudin Ketua Bidang BPJE DPD PKS Kota Bekasi.

Kami angkat tema ini mengambil dari ulasan dan tulisan Army Alghifari (tokoh blogger, internet marketer & entrepreneur), saat ini yang pernah mengalami kegalauan di awal – awal memulai bisnis. Maka mulailah bisnis dari merubah pemahaman (Mindset Change).

a. Menjadi Entrepreneur Adalah Dunia yang Berbeda

Pertama-tama, Anda harus menyadari bahwa berbisnis itu adalah dunia yang berbeda 180 derajat dengan dunia kerja, betul-betul berbeda. Pembagian utama dalam paradigma tentang cara orang mencari uang ini ditentukan oleh 1 faktor penting, yaitu inisiatif.

Yang pertama adalah employee atau pekerja. Jika Anda memutuskan untuk menjadi employee atau worker, maka inisiatif 100% tidak datang dari Anda. Anda hanya menjalankan kebijakan orang lain, sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Prestasi Anda diukur dengan ukuran-ukuran yang juga sudah ditetapkan. Di beberapa kasus, inisiatif malah akan menciptakan masalah baru.

Intrapreneur beda lagi. Anda memiliki sebagian kecil inisiatif di tempat kerja. Beberapa hal penting harus Anda putuskan secara mandiri. Biasanya kemampuan ini diharapkan dijajaran middle manager keatas.

Banyak orang yang tidak bisa bergerak dari staf ke manajer, karena tidak adanya inisiatif yang berhubungan dengan bisnis. Sedangkan para intrapreneur yang berhasil, mereka menunjukkan inisiatif dan kreativitas penting di dalam perusahaan.

Entrepreneur adalah ladang kerja yang 100% inisiatif diambil secara mandiri. Tidak ada inisiatif berakibat dirinya akan tidak berdaya dan gagal. Tidak ada orang yang menyuruh, tidak ada target dari orang lain, full 100% dari diri sendiri. Apakah nyaman? Belum tentu. Tidak semua orang mau berinisiatif karena inisiatif itu berat, harus mikir.

Nah, Sekarang Anda harus pastikan dulu, apakah Anda:

• Mau belajar mengambil keputusan sendiri?
• Ikhlas untuk belajar hal baru dari nol?
• Berani mengosongkan gelas kepada orang yang lebih muda/lebih pintar dari Anda?
• Berani untuk pasang badan kalau ada masalah apa-apa dengan usaha anda?

Kalau Anda sudah siap untuk itu, selamat. Anda mulai punya chance untuk masuk ke dunia entrepreneur.

So… Menjadi entrepreneur itu bukan sekedar mencetak sales. Tapi bisnis secara utuh. Keseluruhan, boleh salah, tapi gak boleh keterusan. Owner harus terus pintar dan makin pintar.

Kalau Anda belum siap untuk itu, saran saya mulailah berbisnis dengan cara menjadi INTRAPRENEUR.

b. Memahami Marketing & Sales

Jika Anda sudah benar-benar siap untuk memulai, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah: mempelajari cara berjualan, alias mencetak sales.

Saya mengatakan ini karena judul diatas adalah “Cara Memulai Bisnis dengan Modal Kecil”. Maka yang pertama kali saya sarankan bukan membuat atau merancang produk. Berjualan aja dulu. Ini adalah cara yang paling sederhana dalam memulai bisnis. Kenapa? Karena saya pun dulu begitu!

Yang perlu Anda lakukan adalah:

• Hidup di pasar,
• Ngobrol dengan orang di pasar,
• Berjualan barang di pasar,
• Kulakan barang di pasar untuk kemudian di jual lagi

Dalam hal ini, pasar bukan hanya pasar dalam arti sempit. Tapi pasar dimana ada pembeli dan penjual. Misal di facebook, marketplace, dan sejenisnya. Goal Anda disini hanya 1 : berjualan, menghasilkan uang.

Ini adalah satu-satunya skill yang setiap entrepreneur harus miliki. Tidak bisa tidak, harus bisa, titik.

Nah, untuk bisa mencetak sales, yang perlu Anda pahami terlebih dulu adalah ilmu marketing; yang terdiri dari 2 cabang ilmu: komunikasi dan edukasi.

Bagaimana prakteknya untuk menguasai 2 ilmu itu?

Pertama, Anda harus tau dulu apa yang mau Anda jual. Detailnya seperti apa, kelebihannya apa, kekurangannya apa, ada masalah apa di masyarakat sehingga barang ini dibuat. Ini proses “merenung”. Kalo Anda nggak mampu, ngobrollah dengan pencipta barangnya, atau dengan orang yang berhasil jualan banyak barang seperti itu. Kenapa orang mau beli. Ini proses “micro research”. Anda riset, tapi ya modalnya cuma nanya dan mikir. Tanpa biaya. Pikirkan betul-betul.

Tujuannya apa kok mempelajari barangnya? Dalam rangka nantinya Anda akan melakukan proses edukasi! Kalau Anda sendiri nggak paham, gimana mau mengedukasi orang lain?

Saya pernah punya murid, hendak menjual sarung tangan golf.

Dia cari di marketplace, lalu langsung dia pasang di website. Sampai suatu hari dia tanya ke saya, kok nggak laku. Saya tanya balik, kamu pernah golf nggak? Paling nggak, pernah tau nggak golf itu gimana, apa yang ada di dalam pikiran pemain golf? Jawabannya nggak. Ya ngapain jualan sarung tangan golf? Bisa saya tebak sejak awal, 99% tidak akan laku! Jualan sarung tangan golf kok gelondongan, grosiran. Wong sarung tangan golf itu signature kok untuk para pemain, keren-kerenan, langka-langkaan, mahal-mahalan, lah ini kok malah jual banyak, seragam, murah pula!

Nah itulah pentingnya belajar dulu. Supaya paham.

Kedua, setelah paham barangnya, barulah kita berpikir tentang proses edukasinya. Bagaimana nih mengedukasinya? Apa yang mau kita edukasikan duluan? Urutannya gimana biar mereka paham manfaatnya? Apa duluan yang harus dikenalkan? Disinilah mulai kita melakukan analisa. Pada bagian ini, erat sekali kaitannya dengan membangun proses alur komunikasi. Mengubah orang dari yang mereka tidak kenal masalah mereka, hingga mereka kenal solusinya. Eugene schwartz, seorang pakar marketing, memperkenalkan konsep yang sangat populer di dunia marketing : yaitu alur Schwartz Customer Awareness.

Ketiga, barulah Anda mulai masuk ke bagaimana cara mengkomunikasikan ke pelanggan. Pakai bahasa apa, pakai bagaimana copywriting-nya, bagaimana cara menyapanya. Setiap content di setiap fase, tentu berbeda. Cara menyapa di IG, cara menyapa di Podcast, sangat menyesuaikan tipe audience dan value mana yang ingin kita delivery disana.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat,” Pungkas Syaifudin yang merupakan Sekretaris Komisi II, DPRD Kota Bekasi, Fraksi-PKS ini. (RDK)

Be the first to comment on "BPJE Berbagi Tips Cara Memulai Bisnis, Walaupun Modal Kecil (Entrepreuner Corner Edisi #2)"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


https://heylink.me/ace99play1st/

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

slot mahjong ways

ace99play

ace 99 play

ace99play

ace99play

https://studiotomori.com/contact-us/

https://pizzaandmoremoorpark.com/privacy-policy/

https://pizzaandmoremoorpark.com/contact/

https://deably.com/contact-us/

ace99play

ace99play

https://sorarecipes.com/peanut-butter-buckeye-balls/

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

alpha4d login

alpha4d

alpha4d

https://sarkariresultbd.com/privacy-policy/

https://financetc.com/contact/

alpha4d

gamespools

gamespools

slot gacor maxwin

dewaselot

dewatoto88

slot anti rungkat

torpedo99

slot depo pulsa

neko777

panenslot

neko777