Tulisan Kader

Belajar AI untuk Ceramah

Selepas Isya kulihat suamiku kembali menekuni laptopnya. Hmm… biasanya kalau begini, dia sedang intens bersama Amat dan Imat, tapi karena perlu, aku terpaksa menganggunya.

“Bi,” panggilku. Kutunggu beberapa jenak sebelum akhirnya dia menyadari kehadiranku.

“Ada apa, Mi?” tanyanya.

“Umi dapat tugas dari kelompok pengajian untuk bikin video ceramah singkat tentang keutamaan di bulan Dzulhijjah. Bisa bantu, gak?” tanyaku.

“Pakai materi yang kemarin aja,” katanya. Rabu kemarin aku memang membawakan materi tentang Kurban di MT Nur Rohmah.

“Ga bisa, Bi,” jawabku. “Durasinya terlalu panjang. Tugas yang ini dibatasi 3 menit saja.”

“Lha, yang kemarin kan materinya ringkas. Tiga menit cukup, kok,” kata suamiku.

“Gak bisa, Bi. Kan Abi tahu, Umi suka ngelantur kalau lagi menerangkan sesuatu. Hasilnya jadi panjang dan lama,” jawabku lagi.

Suamiku senyum-senyum saja mendengar jawabanku. Aku tak tahu maksud senyumannya, apakah sekedar memaklumi atau menyetujui.(1)

“Bisa bantuin, ga, Bi?” tanyaku menegaskan tanpa mempedulikan arti senyumnya.

“Materi yang kemarin dibaca aja langsung,” sarannya, “Kalau perlu, dibikin dua bagian. Cerita yang jadi contohnya dipisah aja. Insya Allah cuma sebentar, kok,” katanya berkeras.

Aku pun meninggalkannya dengan setengah kesal. Untuk membuktikan bahwa dia salah, aku masuk ke kamar lalu merekam suaraku saat menerangkan contoh berupa kisah seorang nenek yang mau berkurban meski dia sendiri miskin. Durasi hasil rekamanku itu empat menit lebih. Nah, kataku dalam hati, terbukti kan?

Rekaman suara itu aku kirimkan via WA di grup keluarga. Suamiku pasti paham. Lalu kulanjutkan aktivitasku. Soal video tiga menit biar nanti dibuatkan skenario baru oleh My Hun.

Esoknya, aku tenggelam dalam berbagai kesibukan sehingga tidak mengingat-ingat tugas video itu. Setelah Dzuhur baru aku teringat. Itu pun karena ada pesan di grup WA keluarga.

Tadinya kupikir suamiku mengirim dokumen biasa. Tapi setelah didonlot, ternyata isinya video. Loh, koq ada foto aku? Lalu aku simak videonya. Eh, ternyata itu memang foto aku, tapi entah bagaimana caranya, diisi dengan suara yang aku rekam semalam. Lucunya, fotoku itu bisa bergerak-gerak bibirnya sesuai dengan suara rekamanku.

Langsung saja kutanya my hun, “Ini pakai apa, kok sepertinya foto bisa bicara?”

Contoh penerapan AI

“Itu pakai Ei Ay. Artificial Intelligent.” Jawabnya.

Aku merasa senang sekali. Nampaknya tugasku ini bisa selesai lebih cepat. Saking senangnya, aku upload video itu di IG ku, @nenengarfiani dengan caption “Belajar memanfaatkan ARTIFICIAL INTELLIGENCE (Kecerdasan Buatan) untuk berdakwah. Suara dan foto disinergikan, seolah-olah foto bisa bergerak.”.

Tak dinyana, ada yang berkomentar, ‘Mi’, aneh pangling saya..’ dan ‘benerran bukaan ummi banget’. Ah biarlah, pikirku. Yang penting tugasku selesai.

Eh, tetapi ternyata, di kelompok pengajianku pun, video ini dianggap tidak memenuhi persyaratan. Bukan hanya durasinya yang lebih dari 3 menit, tapi karena penampilanku jadi terlihat berbeda. Seperti bukan aku. Jadi, aku tetap harus membuat video ceramahku. Yah, ternyata saatnya belum tepat untuk memanfaatkan AI.

Sementara itu, soal ketidakmiripan diriku dalam video ini, sepertinya komentar my hun paling tepat untuk menggambarkannya: ”Tidak seindah aslinya”.

Alhamdulillah.

Oleh Neneng Arfiani HR. dan Toto Abi Ihsan

adminhumaspks

View Comments

Recent Posts

Sabet Award di Jogja, DPD PKS Kota Bekasi Raih Penghargaan Pengelolaan Media Sosial Terbaik Jawa Barat

DPDPKSKOTABEKASI – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi  mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa…

6 days ago

Komunitas Senam Fun Family Medan Satria Gandeng Primaya Hospital Bekasi Timur Gelar Senam Sehat dan Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia

DPDPKSOTABEKASI - Komunitas senam Fun Family Medan Satria kembali menggelar kegiatan olahraga bersama yang dirangkaikan…

2 weeks ago

Ketua DPD PKS Kota Bekasi Fendaby Surya: LATANSA Bentuk 1.000 Kader Perempuan Tangguh Bela Negara

DPDPKSKOTABEKASI – Sebanyak 1.000 kader perempuan PKS se-Kota Bekasi mengikuti Latihan Dasar Kader Perempuan (LATANSA)…

3 weeks ago

DPW PKS Sumbar Belajar Tata Kelola Pendanaan Partai ke DPD PKS Kota Bekasi

DPDPKSKOTABEKASI – DPD PKS Kota Bekasi menerima kunjungan studi banding yang diikuti 20 pengurus Tim Bendahara…

3 weeks ago

Bendahara DPD PKS Kota Bekasi Ii Marlina: LATANSA Jadi Ruang Pembinaan

DPDPKSKOTABEKASI - Bendahara DPD PKS Kota Bekasi, Hj. Ii Marlina, S.Pd., menekankan pentingnya membangun ketangguhan…

3 weeks ago

Bingo Sehat Keluarga Medansatria Semarakkan Hari Keluarga Nasional dengan Semangat Kebersamaan

DPDPKKOTABEKASI  - Hangatnya kebersamaan terasa menyelimuti Taman Meli-Melo, Harapan Indah, Bekasi, pada Minggu (28/6). Sekitar…

1 month ago