Tulisan Kader

Penyesalan Sebelum Idul Kurban

Selesai zikir salat Subuh, Ustaz Noer melambaikan tangannya ke arah Imat dan Amat. Keduanya segera mendekat.

“Ada apa, Ustadz?” tanya Amat.

“Ente berdua, nanti kalau udah selesai beberes di musola segera ke rumah Pa RT Jun, yak,” pesan Ustaz Noer.

“Pa RT ada keperluan apa, Ustadz? Angkut kursi dan meja?” tanya Imat bersemangat.

“Nah, yang itu ana kurang tahu. Ente datang aja ke sana, nanti insya Allah dijelaskan sama beliau,” kata Ustaz Noer.

Imat dan Amat bergegas keluar musala. Imat bersegera mengganti baju kokonya dengan kaos dan bersiap menyapu halaman musala. Sedangkan Amat bersegera menuju selasar untuk melanjutkan tidur.

“Am, ente ga ikutan? Kita nyapu dulu sebentar, trus berangkat ke rumah Pa RT,” kata Imat.

Amat menggeliat lalu menarik sarungnya menutupi badannya, “Ente aja yang berangkat. Ane mau puasa. Ane mau simpan tenaga aja. Masih pagi, nih. Perjalanan masih Panjang,” lalu dia pun merebahkan badannya.

Imat tak terpengaruh dengan perkataan sahabatnya. Dia melanjutkan pekerjaannya menyapu halaman musala. Setelah selesai, dia bergegas menuju rumah Pak RT.

-o0o-

Sekitar waktu Dhuha, Amat terbangun. Matahari sudah lumayan terik bersinar. Dia menebarkan pandangannya ke sekeliling. Imat tak nampak.

Tak lama kemudian, barulah Imat datang memasuki gerbang musala. Amat menyapanya, “Mantap! Kerja keras, bro? Ngangkut berapa kursi? Udah minum, blum?” tanyanya menggoda.

Imat hanya tersenyum menyambut kata-kata Amat, “Gak ngangkutin kursi, kok. Tadi cuma dimintain tolong bagiin kupon paket daging kurban.”.

Amat tercengang sejenak lalu segera menukas, “Trus kupon buat ane, mana?”.

Imat mengeluarkan tiga kupon dari sakunya, “Nih. Bagian ente, Am,” katanya sambil memberikan selembar kupon kepada Amat. Dengan jeli Amat melihat bahwa Imat masih memegang dua kupon lagi.

“Nah, yang satu lagi buat siapa?” tanyanya kepo.

“Ini jatah ane,” kata Imat

“Ga adil, nih. Kok ente dapat dua?” tanya Amat.

Imat pun menjelaskan dengan sabar, “Yang satu memang jatah ane. Nah, yang satu lagi ane dikasih Pa RT karena udah bantu-bantu.”.

Amat pun cuma bisa kesal dan menyesal.

Oleh : Toto Abi Ihsan

adminhumaspks

Recent Posts

800 Lelaki Itu Ikut Kembara

DPDPKSKOTABEKASI - Ada pemandangan tidak biasa di halaman Gedung DPRD Kota Bekasi. Di bawah langit…

2 weeks ago

Lepas Kemah Bela Negara, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Titip Pesan Jaga NKRI

DPDPKSKOTABEKASI - Halaman Gedung DPRD Kota Bekasi menjadi lokasi apel pengerahan dan pelepasan peserta Kemah…

2 weeks ago

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu, Fendaby Surya Sebut Ada Peluang Jadi PNS

DPDPKSKOTABEKASI — Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, membawa angin segar bagi…

4 weeks ago

Dari Pegangsaan 1945 ke Hari Ini, Fendaby Surya Ingatkan Perjuangan Belum Berakhir

DPDPKSKOTABEKASI — Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan di Pegangsaan Timur 56,…

1 month ago

BIPEKA PKS Kota Bekasi Luncurkan SERAMBI, Shelter Bersama Keluarga dengan Tiga Layanan Konsultasi

DPDPKSKOTABEKASI — Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Bekasi meluncurkan SERAMBI (Shelter…

1 month ago