Tulisan Kader

Ini Masalah Kemauan, Bukan Kemampuan!

Sewaktu memberi tausiyah di beberapa majelis taklim, aku menyampaikan kiat-kiat agar banyak orang bisa ikut menjadi pekurban.

Sebagai contoh, aku menyampaikan kisah Nenek Painem. Beliau adalah seorang nenek berusia pertengahan tahun 70an yang kondisinya bisa dikatakan sangat miskin, namun mampu untuk berkurban. Kisah nenek Painem ini kudapatkan dari sebuah channel youtube.

Saat pertama kali mengetahui kisah ini, pertama-tama aku merasa sangat terharu. Kulihat penggambaran kehidupan Nenek Painem di channel itu sangatlah sederhana. Diperlihatkan penampilannya yang bersahaja, dengan kondisi badan yang terbilang kurus dan sudah terlihat bungkuk saat berjalan.

Diperlihatkan juga tempat tinggal Nenek Painem. Sebuah lubang di tembok depan rumah yang seharusnya berupa jendela, ditutupi dengan papan-papan saja. Di channel itu juga diinformasikan bahwa lantai rumah beliau masih tanah. Di rumah beliau juga tidak ada peralatan elektronik seperti TV, kulkas, maupun hape, apalagi alat transportasi seperti sepeda motor.

Menurut narasi di channel tersebut, Nenek Painem adalah orang paling miskin di kampung tersebut. Dengan kondisi seperti itu, rasanya cukup beralasan bila beliau tidak ikut berkurban. Namun nyatanya, diberitakan bahwa beliau hampir setiap tahun berkurban.

Kisah mengharukan ini aku ceritakan kembali di beberapa tempat pengajian yang kuhadiri. Saat aku menceritakannya, kulihat ada beberapa jamaah yang merasa ikut terharu, bahkan sampai ada yang meneteskan airmata.

Namun, hal utama yang ingin kusampaikan adalah: betapa pun hidup dalam keadaan kekurangan, nenek Painem ini masih bisa berkurban.

Prinsip beliau adalah: “Untuk berkurban ini bukan semata masalah kemampuan tetapi lebih pada masalah kemauan.”.

Ini seharusnya menjadi cermin bagi kita semua. Karenanya aku pun menggunakan kisah ini untuk memotivasi para jamaah. Aku coba membangun semangat untuk mau mengubah status dari penerima daging kurban menjadi pekurban.

Yang pertama harus dibangkitan adalah “kemauan”. Mau untuk menjadi pekurban dan mau berusaha untuk bisa berkurban.

Sebagai kiat praktis agar bisa berubah status menjadi pekurban, aku sampaikan setidaknya dua macam hal yang harus ditempuh.

Pertama tentu saja pendekatan kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku sarankan kepada para jamaah untuk berdoa secara khusus agar Allah memberi kemampuan untuk menjadi pekurban.

Yang kedua, aku sarankan kepada para jamaah untuk mulai menabung dengan niat untuk membeli hewan kurban. Sebagai saran tambahan, aku sampaikan agar mengajak seluruh anggota keluarga untuk ikut menabung, termasuk anak-anak kita.

Dengan menjalankan kedua kiat itu secara istiqomah, mudah-mudahan Allah kabulkan doa-doa kita semua sehingga akhirnya kita semua bisa berkurban, Allahu musta’an.

Catatan:

1. Baca juga tulisan yang lalu: “Belajar AI untuk Dakwah

2. Beberapa link untuk mengikuti kisah nenek Painem:
Kurban Terbaik Mbah Painem
Kisah Mbah Painem yang Semangat Berkurban Setiap Tahun

Oleh : Neneng Arfiani HR dan Toto Abi Ihsan

adminhumaspks

Recent Posts

800 Lelaki Itu Ikut Kembara

DPDPKSKOTABEKASI - Ada pemandangan tidak biasa di halaman Gedung DPRD Kota Bekasi. Di bawah langit…

2 weeks ago

Lepas Kemah Bela Negara, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Titip Pesan Jaga NKRI

DPDPKSKOTABEKASI - Halaman Gedung DPRD Kota Bekasi menjadi lokasi apel pengerahan dan pelepasan peserta Kemah…

2 weeks ago

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu, Fendaby Surya Sebut Ada Peluang Jadi PNS

DPDPKSKOTABEKASI — Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, membawa angin segar bagi…

4 weeks ago

Dari Pegangsaan 1945 ke Hari Ini, Fendaby Surya Ingatkan Perjuangan Belum Berakhir

DPDPKSKOTABEKASI — Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan di Pegangsaan Timur 56,…

1 month ago

BIPEKA PKS Kota Bekasi Luncurkan SERAMBI, Shelter Bersama Keluarga dengan Tiga Layanan Konsultasi

DPDPKSKOTABEKASI — Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Bekasi meluncurkan SERAMBI (Shelter…

1 month ago