Jam 3.30 WIB Handphone ku berbunyi kemudian ku angkat.
Beliau langsung berkata sudah bangun dan sholat malam belum?
Aku jawab, Alhamdulillah sudah Ustadz.
Ya baik, antum tau tidak ada kebakaran?
Tidak Ustadz karena semalam saya tidur cepat.
Ya, sudah antum. Bersiap siap, selang beberapa waktu tepatnya jam 05.30 WIB, pintu rumah ku ada yang mengetuk dan aku langsung membukanya.
Ternyata beliau sudah berada di depan pintu rumahku dengan membawa dua piring nasi uduk.
Dengan rasa penasaran kami makan bersama sambil berdiskusi tentang bencana, dan selalu keluar dari perkataan beliau adalah muliakan kaum rentan.
Selesai sarapan, aku diminta persiapkan perlengkapan posko yang memang tersedia di rumahku.
Setelah selesai aku langsung bergerak menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan.
Semua berjalan cepat dan taktis, setelah semua terkondisikan beliau pergi dengan meninggalkan pesan “Layani dengan sebaik-baiknya.”.
Tulisan ini saya buat dalam rangka Hari Guru yang jatuh pada 25 November, karena beliau adalah guru yang baik, yang telah mengajarkan aku kedisplinan, tanggungjawab, serta mengajarkan untuk memudahkan dan meringankan kesulitan orang lain yang membutuhkan.
Saat ini beliau sudah tiada dan beliau meninggalkan hal-hal yang baik untuk saya. Terima kasih, Ustadz Muhammad Yasin.
“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari segala kotoran, aamiin yaa Rabbal alaamiin.”.
Oleh : Rony Susanto





Be the first to comment on "Do’a untuk Almarhum Ustadz Muhammad Yasin"