Sehabis Ashar hujan turun lagi. Lumayan deras, alhamdulillah, jama’ah sudah pulang semua. Tinggal Amat berduaan bersama Imat di musala.

Imat sudah mulai beberes lagi. Dia periksa air buat wudhu, bersihin kamar mandi, terus dia keringin air hujan yang tampias ke selasar musala.

Amat, seperti biasa, duduk di selasar. Nyender sambil nontonin si Imat kerja. Tangannya dilipat di dada buat ngurangin rasa dingin.

“Ente kedinginan, bro?” tanya Imat saat melihat sahabatnya itu duduk sambil merapatkan kaki dan tangan ke badannya.

Amat cuman mengangguk pelan.

“Kalo mau gak kedinginan, sini begerak. Bantuin ane, nih!” kata Imat setengah menggoda.

Amat terdiam sejenak. Kemudian dengan enggan dia bangkit lalu berjalan ke arah dispenser yang barus saja dibelikan Haji Murat.

Amat mengambil papercup dan teh celup. Dimasukkannya sesendok gula ke dalam papercup itu lalu mengisinya dengan air panas dari dispenser.

Imat cuma nyengir, lalu kembali menggoda Amat, “Lah, kirain mau bantuin ane?”.

Amat tidak mempedulikan godaan sahabatnya dia duduk kembali di selasar sambil memegang papercup yang masih terasa hangat.

Dia bersabar untuk tidak terburu-buru meminum teh manis itu karena tahu airnya masih terlalu panas.

Amat duduk sambil menonton si Imat yang pekerjaannya hampir selesai. Dipegangnya papercup dengan kedua tangan lalu didekatkan ke arah dadanya untuk mengurangi rasa dingin.

Amat memejamkan matanya menikmati kehangatan. Pikirannya melayang ke masa kecilnya.

Saat begini, biasanya dia bermain di tengah hujan. Menikmati guyuran air. Tidak peduli kedinginan, karena sesudah dia kembali ke rumah, pasti ada makanan dan minuman hangat disediakan untuknya, entah teh panas, singkong atau ubi rebus, dan favoritnya adalah mie rebus dengan irisan cabe rawit.

Hidung Amat bergerak-gerak seolah mencium aroma khas mie rebus. Lidahnya menyapu bibirnya. Air liurnya hampir menetes.

Tiba-tiba Amat merasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari arah bawah perutnya lalu terus mengalir ke arah pangkal pahanya. Dia berpikir sejenak. Ada apa, ini? Eh, apa tiba-tiba dia buang air kecil?

Amat segera membuka matanya. Dilihatnya sarungnya sudah basah kuyup. “Aduh!” serunya dalam hati.

“Kok bisa ngompol sih…, apa karena kedinginan terus jadi ngompol?” muka Amat memerah karena merasa malu.

Dia tengok kiri kanan, tidak ada orang. Heh, Aman!

Segera saja Amat mengambil langkah seribu. Pulang ke kosannya, menerobos hujan yang masih turun dengan deras.

Tak lama kemudian, Imat lewat. Dia merasa heran, si Amat tidak nampak lagi batang hidungnya. Kemudian disadarinya ada bagian ubin selasar yang basah. Dilihatnya pula ada papercup tergeletak di dekat situ.

Imat segera mengambil kesimpulan, “Lah, si Amat. Numpahin air teh, bukannya di lap biar kering, malah ditinggal.”

Mau tak mau, Imat kembali mengambil kain pel lalu membersihkan dan mengeringkannya.

-o0o-

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.” (Al Maidah : 6)

-o0o-

Oleh Toto Abi Ihsan

adminhumaspks

Recent Posts

Sabet Award di Jogja, DPD PKS Kota Bekasi Raih Penghargaan Pengelolaan Media Sosial Terbaik Jawa Barat

DPDPKSKOTABEKASI – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi  mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa…

1 day ago

Komunitas Senam Fun Family Medan Satria Gandeng Primaya Hospital Bekasi Timur Gelar Senam Sehat dan Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia

DPDPKSOTABEKASI - Komunitas senam Fun Family Medan Satria kembali menggelar kegiatan olahraga bersama yang dirangkaikan…

1 week ago

Ketua DPD PKS Kota Bekasi Fendaby Surya: LATANSA Bentuk 1.000 Kader Perempuan Tangguh Bela Negara

DPDPKSKOTABEKASI – Sebanyak 1.000 kader perempuan PKS se-Kota Bekasi mengikuti Latihan Dasar Kader Perempuan (LATANSA)…

2 weeks ago

DPW PKS Sumbar Belajar Tata Kelola Pendanaan Partai ke DPD PKS Kota Bekasi

DPDPKSKOTABEKASI – DPD PKS Kota Bekasi menerima kunjungan studi banding yang diikuti 20 pengurus Tim Bendahara…

2 weeks ago

Bendahara DPD PKS Kota Bekasi Ii Marlina: LATANSA Jadi Ruang Pembinaan

DPDPKSKOTABEKASI - Bendahara DPD PKS Kota Bekasi, Hj. Ii Marlina, S.Pd., menekankan pentingnya membangun ketangguhan…

2 weeks ago

Bingo Sehat Keluarga Medansatria Semarakkan Hari Keluarga Nasional dengan Semangat Kebersamaan

DPDPKKOTABEKASI  - Hangatnya kebersamaan terasa menyelimuti Taman Meli-Melo, Harapan Indah, Bekasi, pada Minggu (28/6). Sekitar…

1 month ago