Untuk memperingati tahun baru Islam, dalam kajian pekanannya Ustadz Noer memaparkan perlunya kaum mislimin untuk Hijrah. Kata beliau, Hijrah yang diperlukan sekarang ini bukan sekedar berpindah tempat tapi lebih ke arah perubahan sikap, menjadi sikap yang lebih baik.
Amat seperti biasa duduk di baris paling belakang mendengarkan paparan Ustadz Noer. Berulang kali dia manggut-manggut, seolah paham dengan apa yang disampaikan Ustadz Noer.
Paginya, setelah shalat Shubuh, Imat seperti biasa bergegas untuk menyelesaikan tugas-tugas paginya. Sementara itu, Amat juga nampak bergegas keluar ruangan utama mushola.
Ustadz Noer menyangka Amat akan kembali menekuni kebiasaan lamanya: tidur kembali setelah shalat Shubuh, makanya segera dipanggilnya si Amat.
“Am, mau kemane sih, buru-buru begitu? Sini dulu.” Panggil Ustadz Noer.
Amat dengan enggan mendekat perlahan lalu duduk di hadapan Ustadz Noer.
“Ente emangnye mau kemane?” tanya Ustadz Noer lagi setelah Amat duduk di hadapannya.
“Eh, anu, mau keluar, Ustadz. Ada perlu” jawab Amat agak tergagap. Hal itu membuat Ustadz Noer jadi makin kepo.
“Ente mau keluar ke belakang ape mau tidur lagi?” Tanya Ustadz Noer Kembali.
“Eh, enggak, Ustadz. Enggak!” Jawab Amat
“Maksudnye, ente ga mau ke belakang ape ga mau tidur lagi?” Tanya Ustadz Noer berusaha memastikan
“Enggak due-duenye, Ustadz.” Jawab Amat cepat.
“Lha, terus ente mau kemane?” Ustadz Noer udah kepo to the max.
“Eh he he he, …” Amat nyengir-nyengir kuda sebelum menjawab pertanyaan Ustadz Noer. “Ane mau ke tempat Bu Denok, Ustadz” Akhirnya Amat menjawab dengan jawaban yang jelas.
“Wah, tumben nih…” Kata Ustadz Noer. “Ade acare ape?”
Amat menjawab sambil masih nyengir-nyengir kuda. “Ga ade ape-ape, Ustadz. Biase aje, kok.”
“Nah, biasanye ade ape?” Tanya Ustadz Noer kembali
“Biasenye hari Jum’at begini ade kegiatan Jum’at Berkah, Ustadz. Biasenye bagi-bagi sarapan. Ane mau ke sono. ‘Kan seperti kate Ustadz semalem, kite musti hijrah.” Panjang jawaban Amat memberi harapan pada diri Ustadz Noer bahwa Amat sudah memahami paparannya semalam dan benar-benar akan hijrah dari kelakuannya selama ini.
“Alhamdulillah,…”Kata Ustadz Noer. “Jadi ente mau bantu-bantu di sono?” Katanya memastikan.
“Ah, enggak juga, Ustadz.” Tegas dan cepat jawaban Amat membuat Ustadz Noer melongo.
“Maksudnye?” Tanya Ustadz Noer.
“Ane mau ke sono buru-buru, Ustadz. Biar kebagian sarapan gratis.” Jawab Amat polos.
Ustadz Noer pun beristighfar berulang kali.
-o0o-
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An Nisaa : 100)
-o0o-
Oleh Toto Abi Ihsan
DPDPKSKOTABEKASI - DPD PKS Kota Bekasi melalui Bagian Ketahanan Keluarga Bipeka bekerja sama dengan Bidang…
DPDPKSKOTABEKASI - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menyalurkan…
DPDPKSKOTABEKASI — Momentum Halal Bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi…
DPDPKSKOTABEKASI — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Kholid, menyoroti tantangan global yang kian kompleks…
DPDPKSKOTABEKASI — Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi untuk…
DPDPKSKOTABEKASI — Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi terus memperkuat kemandirian ekonomi…