Jalin Komunikasi dengan Pelaku Bisnis & UMKM, Syaifudin rilis Entrepreuner-Corner BPJE DPD PKS Kota Bekasi
DPDPKSKOTABEKASI – Mengoptimalkan potensi dan pengalaman Pengurus BPJE (Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi Kader) Kota Bekasi yang berprofsesi sebagai pengusaha dalam membantu tumbuh dan berkembangnya usaha kader dan masyarakat terlebih dimasa pandemi dan PPKM.
“Pertemuan dan interaksi sosial terbatas, maka sharing dan berbagi ilmu, informasi dan pengalaman kepada anggota BPJE, pelaku UMKM, dan masyarakat tentu sangat diperlukan untuk memotivasi untuk terus eksis dalam dunia entrepreneur,” ujar Syaifudin, Ketua BPJE DPD PKS Kota Bekasi pada Jumat (03/09).
Saat ini BPJE merupakan bidang dalam kepengurusan DPD PKS Kota Bekasi merilis, Entrepreuner-Corner dengan tema “Tiga Langkah Mengembangkan Generating Income Skill” tulisan Army Alghifari yang berprofesi sebagai blogger, internet marketer dan entrepreneur.
Dalam pertemuan tersebut Syaifudin menyampaikan bahwa jika kita memperhatikan sekelilling, tren masyarakat mulai bergeser.
“Yang tadinya berorientasi kerja kantoran, sekarang sudah mulai tumbuh jiwa-jiwa ingin jadi pengusaha atau entrepreneur. Mulai tumbuh keinginan untuk berwirausaha sendiri,” tambahnya.
“Akhirnya karena ada kebutuhan informasi, berkembanglah seminar cara menjadi pengusaha. Seminar ya, bentuknya hanya mendengarkan orang ceramah dan motivasi. Mereka yang “kebakaran” langsung resign, dan kemudian buka usaha. Sebagian lainnya ada yang kerja sambil bisnis; sembari mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk resign,” imbuh Syaifudin.
Syaifudin menyampaikan ada tiga step dalam meraih hal tersebut yang pertama, belajar menghasilkan uang secara aktif.
“Hal pertama yang harus Anda pelajari sebelum bicara tentang investasi, saham, bisnis, dan lain sebagainya adalah: belajarlah menghasilkan uang secara aktif,” ungkap Ketua BPJE DPD PKS Kota Bekasi ini menjelaskan.
“Yang kedua belajar cara menjalankan bisnis dengan benar, profit, dan berkembang, nah, jika kita sudah sampai di fase berbisnis. Uang sudah masuk, kita tahu gimana caranya menjual, kita tahu bagaimana caranya memilih/membuat produk yang disukai market. Sekarang yang kita perlu tahu adalah bagaimana cara menjalankan bisnis,” terangnya.
“Ilmu yang harus kita pelajari dan paling utama disini adalah software-nya dulu: ilmu mengelola manusia, alias leadership. Titik, itu dulu,” tandasnya.
Ia pun menjelaskan cara yang ketiga, yakni agar setiap kita terus belajar cara berinvestasi. Sebab saat bisnis sudah berjalan. Apa yang harus dilakukan lagi, ia menjelaskan agar kita belajar menganalisa bisnis orang lain, caranya dengan melakukan investasi.
“Ilmu yang dipakai adalah ilmu yang sudah kita pelajari di step dua. Kalau kita skip step kedua, maka di fase ini akan menjadi neraka buat kita. Banyak cerita sudah kita dengarkan, pensiunan BUMN ditipu oleh artis, kehilangan uang miliaran, gara-gara terjebak dalam investasi bodong,” terang Syaifudin.
“Orang yang ditipu oleh para penipu itu adalah orang yang nggak mau menjalani step kedua, tapi ingin segera kaya. Makanya saya katakan orang yang bangkrut itu hanya ada dua jenis, yakni foolish and greedy. Tiga hal diatas, Anda boleh setuju, boleh tidak, semoga bermanfaat,” tutupnya mengakhiri pertemuan tersebut. (RDK)
