DEWAN PIMPINAN TINGKAT DAERAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DPD PKS Kota Bekasi

Simpatisan PKS, Inilah Kisahnya

September 7, 2023 · Tulisan Kader · 3 menit baca · 0 kali dibaca
Simpatisan PKS

DPDPKSKOTABEKASI – Perjuangan PKS dalam kancah perpolitikan nasional bukan semata perjuangan partai atau kader-kadernya. Simpatisan PKS juga ikut berjuang, dan sebagaimana layaknya perjuangan, pasti ada ancaman maupun tantangan yang dihadapi.

Bertemu dengan banyak orang selama perjalanan menjadi BCAD membuka mataku bahwa banyak orang yang simpati kepada perjuangan PKS dan mau ikut berjuang bersama, meski tidak ikut serta menjadi anggota atau kader partai.

Sebuah kisah terbaru, disampaikan salah seorang ibu yang menjadi ketua RT di wilayahnya. Sebut saja namanya Mawar. Saya bertamu atas undangan beliau untuk bersilaturahmi dan melakukan sosialisasi dalam acara arisan PKK yang dilangsungkan di rumahnya.

Meskipun ini pertemuan kami yang pertama kali, tapi saya sudah terkagum-kagum dengan semangatnya yang berapi-api. Saat pertemuan itu, beliau sebenarnya dalam keadaan sakit. Tekanan darahnya tinggi sekali, tapi beliau tetap berusaha menemui saya yang datang bersilaturahmi. Setelah mengobrol dan bertukar cerita dengan beliau, kekaguman saya bahkan bertambah-tambah.

Bu Mawar berkisah bahwa beberapa waktu lalu, seluruh pengurus RT dan pengurus RW di wilayah RWnya diundang ke sebuah restoran oleh seorang anggota dewan dari partai non-PKS. Di sana, mereka ditanyakan kesediaan untuk membantu pencalonan caleg tersebut pada Pemilu tahun depan.

Bu Mawar yang merasa dirinya simpatisan PKS segera berdiri dan menyatakan bahwa beliau tidak bersedia membantu, karena beliau adalah simpatisan PKS. Setelahnya beliau undur diri dari pertemuan tersebut.

Masya Allah. Sungguh luar biasa apa yang Bu Mawar lakukan. Seorang diri di tengah kumpulan orang sebanyak itu, mirip seperti seorang diri di tengah kendang singa. Tapi pernyataan Bu Mawar pastilah lebih menggetarkan dari auman singa!

Kisah ini mengingatkanku pada kisah lainnya. Disampaikan oleh salah seorang Ustazah di kampungku. Ustazah ini pernah menyampaikan cerita, bahwa dia didekati oleh salah seorang yang mengaku anggota tim sukses sebuah partai besar. Orang itu menawari uang berbilang jutaan rupiah agar Ustazah mau mengarahkan jamaahnya untuk memilih partai tersebut nantinya. Ustazah serta merta menolak tawaran itu. Dikatakannya bahwa suaranya sudah diberikan kepada saya sebagai BCAD PKS.

MasyaAllah. Ini juga merupakan kisah menarik. Tatkala ada orang mengatakan bahwa politik transaksional sudah menjadi hal yang biasa di negeri ini, masih ada orang-orang seperti Ustazah yang yakin dengan pilihannya dan tak tergiur dengan tawaran harta.

Orang-orang yang simpati kepada PKS dan perjuangan PKS, ada juga yang berasal dari simpatisan partai lain. Ada di antara mereka yang menyampaikan simpatinya dengan cara yang agak berbeda. Salah seorang diantaranya adalah H. Pamuji. Beliau, adalah salah satu simpatisan dari partai nasionai. Menantunya pernah menjadi caleg dari partai itu, meski akhirnya gagal mendapat kursi.

Begitu Pak Haji mengetahui bahwa saya diamanahkan oleh PKS untuk menjadi BCAD, beliau menyampaikan pesan melalui suami saya. Pesan beliau, jangan terpaku kepada upaya sosialisasi ke masyarakat saja. Menurut beliau, dalam sistem Pemilu sekarang, kuncinya dipegang Mahkamah konstitusi (MK). Makanya, beliau meminta tolong agar teman-teman di PKS diingatkan untuk menjaga kemungkinan terburuk jika hasil akhir pemilu harus diputuskan di MK.

Kisah-kisah semacam ini sejatinya banyak terjadi dimasyarakat. Semuanya menunjukkan bahwa perjuangan dan pengorbanan adalah keniscayaan. Namun kepercayaan, simpati dan dukungan dari orang-orang di luar sana kepada PKS dan perjuangan PKS, bagaikan suntikan vitamin penambah daya tahan dan pengobar semangat dalam berjuang.

Semoga Allah meridhai perjuangan kita semua dan Insya Allah kemenangan akan kita raih bersama.

Oleh : Neneng Arfiani HR


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *