Sungai Bekasi bukan hanya bagian dari sejarah kota, tapi juga sumber kehidupan masyarakat. Sayangnya, masalah sampah plastik masih menjadi ancaman serius bagi kebersihan dan ekosistem sungai.
Plastik sekali pakai yang dibuang sembarangan akan menumpuk di aliran sungai, menghambat arus air, bahkan memicu banjir. Tak hanya itu, sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan manusia melalui ikan dan hewan air lainnya.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Pertama, kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Mulai biasakan membawa botol minum, tas belanja kain, atau wadah makan sendiri.
Kedua, aktifkan bank sampah di lingkungan. Sampah plastik bisa dikumpulkan, ditukar poin, bahkan dijual kembali untuk didaur ulang.
Ketiga, ikut gotong royong bersihkan sungai. Kegiatan kerja bakti warga terbukti efektif mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kepedulian bersama.
Keempat, edukasi sejak dini. Anak-anak sekolah perlu diajarkan bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah bagian dari menjaga masa depan lingkungan.
Sungai Bekasi akan tetap bersih jika semua pihak ikut terlibat. Ingat, sungai adalah cermin budaya masyarakatnya. Kalau sungai bersih, maka kehidupan di sekitarnya juga lebih sehat.
DPDPKSKOTABEKASI - Ada pemandangan tidak biasa di halaman Gedung DPRD Kota Bekasi. Di bawah langit…
DPDPKSKOTABEKASI - Halaman Gedung DPRD Kota Bekasi menjadi lokasi apel pengerahan dan pelepasan peserta Kemah…
DPDPKSKOTABEKASI — Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, membawa angin segar bagi…
DPDPKSKOTABEKASI — Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan di Pegangsaan Timur 56,…
DPDPKSKOTABEKASI — Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Bekasi meluncurkan SERAMBI (Shelter…