Nur Supriyanto: Spirit Keagamaan jangan Sampai Hilang di Kota Bekasi

BEKASI.PKS.ID – Bakal Calon Walikota Bekasi, Nur Supriyanto menyatakan Kota Bekasi terlahir sebagai kota yang religius. Hal itu, kata Nur, menjadi sebuah kebanggaan, apalagi sejarah telah mencatat kiprah pahlawan yang juga ulama kenamaan Bekasi, KH Noer Ali.

“Kota Bekasi itu sebagai sebuah kota Religius, kita ingat sejarah perjuangan pahlawan nasional dari pesantren. KH. Noer Ali. Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kita untuk menjaga religiusitas jangan sampai suasana religius itu hilang. Ini kewajiban saya, Insya Allah ketika nanti Allah memberikan amanah memimpin Bekasi, saya akan kembalikan lagi bagaimana kota yang religius ini kembali, sehingga subur, di mana-mana, ada aktivitas keagamaan yang memadai. Tentu kewajiban kami sebagai pemerintah untuk memfasilitasi itu,” kata Nur dalam bincang publik di Radio Dakta, Kamis (18/1/2018).

Ia melanjutkan, mayoritas penduduk kota Bekasi beragama Islam, maka tentunya perlu difasilitasi dan dijaga kemaslahatannya. Namun, lanjut dia, bukan berarti membesarkan yang satu lantas mengecilkan pemeluk agama lainnya.

“Karena hak saham hampir 90% lebih itu umat Islam. Jadi pemerintah harus juga memberi fasilitas kepada 90% ini. Itu hal biasa. Tentu kita juga menghormati yang 10% lainnya. Kita bukan berarti menganggap mereka tidak ada. Kita kan sudah diajarkan ketika zaman Rasulullah juga tidak 100% umat Islam. Ada dari umat lain, kabilah lain, tapi hidup rukun. Karena apa? Di sana ada keadilan. Kalau keadilan ditiadakan, dihilangkan, akan terjadi konflik,” tukasnya.

Nur melanjutkan hal-hal tersebut akan menjadi perhatiannya kedepan sebagai prinsip membangun pemerintahan yang berkeadilan.

“Saya akan memberikan ruang untuk semua dengan baik. Tapi jangan dikatakan pro Muslim, kan memang sebuah fakta, 90% muslim dan mereka berhak punya saham terbesar untuk menikmati hasil pembangunan,” imbuhnya.

Menjaga spirit keagamaan di Kota Bekasi diakui Nur memang tidak lepas dari Spirit 212 yang tetap terjaga dengan baik bahkan mendatangkan perubahan.

“Kebijakan politik di pusat, didukung spirit 212. Sehingga kita (PKS dan Gerindra) memang menolak Perppu Ormas, mengusut kasus Penistaan Agama, dan mem-back up ulama yang dikriminalisasi. Secara politis, di pusat ini sedang dilakukan. Inilah yang membuat kita menyatu. Kita ingin bersama-sama memperjuangkan keummatan di Kota Bekasi,” sambungnya.

Nur Supriyanto kembali menegaskan bahwa prioritasnya atau program terpentingnya nanti adalah bagaimana merealisasikan aspirasi umat yang merindukan ketenangan di tengah iklim politik yang memanas. (A)

Be the first to comment on "Nur Supriyanto: Spirit Keagamaan jangan Sampai Hilang di Kota Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*