Empat Rekan Pulang Tak Bernyawa, Saat Sebelas Hari Saya Dirawat di RSUD Pondokgede
Oleh : Roni Susanto
DPDPKSKOTABEKASI – Tak terasa hampir sepekan di rumah paparan Covid-19 tak juga usai, turun pun tidak malah makin menjadi-jadi.

Setelah berjuang untuk tetap bertahan di rumah, namun rasanya sudah waktunya saya harus mengalah dan harus di opname.
Perjalanan di RSUD Pondokgede pun ternyata tak semudah yang dibayangkan saya harus melihat satu demi satu rekan yang akhirnya harus berpulang.
Pertama, waktu itu masih sore, saya masih berada di IGD ia pun sama masih terhitung baru masuk IGD namun harus terjadi, wafat.
Kedua, saat saya sudah pindah ke ruang inap. Ialah seorang bapak yang sudah sepuh umurnya, terkapar dua hari. Memburuk kondisinya, dan kembali saya harus menyaksikan panggung malaikat Izrail, mengakhiri ia yang persis berada di sebelah pembaringan dimana saya menyaksikannya.
Ketiga, tengah malam bertepatan saya ingin ke toilet. Di depan toilet saya saksikan betul orang tergeletak tak sadarkan diri. Wafat di lantai, tak tertolong, petugas langsung evakuasi, kantong mayat membawanya yang sudah tak bernyawa.
Saya termangu, diminta menunggu dan tak boleh gunakan toilet sebelum akhirnya disemprot disinfektan. Saya pun sudah tak ingin rasanya ke toilet.
Keempat, kemarin malam persis sekali di sebelah kamar saya. Ia seorang sepuh dan sudah tak bisa berbuat apa-apa.
Hanya semalam ia berada, menjelang pagi ia pun pergi, sudah wafat tak tertolong, perawat jaga terisak, menangis melihat satu demi satu nyawa berpulang begitu cepatnya.

Saya tengadah, berdo’a pada Allah, ya Rabb, ampuni kami, semoga husnul khotimah.
Saya lihat lagi perawat yang masih menyeka air matanya, “Astaghfirullah,” ujarnya.
Setelah itu sepi, ia pergi, bersama dengan jenazah yang akan dipersiapkan pemakamannya.
Saya hanya bisa berpesan untuk semua, rekan-rekan semua, jaga prokes, itu saja.
Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh dokter dan perawat yang telah mengobati saya selama dalam masa perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pondokgede, semoga Allah berikan kekuatan dan kesehatan.
Saya saksikan betul semua berpulang, Covid itu ada, nyata, dan bukan mengada ada apalagi rekayasa konspirasi dunia.
19 Juli 2021, RSUD Pondokgede
Roni Susanto, Penyintas Covid
